Artikel ini membahas brand positioning dan manfaatnya bagi bisnis.

Brand Positioning: Manfaat dan Contohnya Bagi Bisnis

07 Mei 2025

Khairunnisa Andari

bacaan 5 menit

Branding
Marketing Ops
Brand Positioning: Manfaat dan Contohnya Bagi Bisnis
Daftar Isi

    Brand positioning adalah strategi pemasaran yang digunakan untuk menempatkan sebuah brand di ingatan konsumen sehingga brand tersebut menjadi unik dan berbeda dari kompetitor.

    Melalu brand positioning yang baik, kamu dapat menyampaikan nilai, kepribadian dan keunggulan dari produk milik brand-mu. Hal ini tidak hanya membantu membangun loyalitas pelanggan, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

    Oleh karena itu, simak artikel berikut ini untuk memahami apa itu brand positioning, manfaat, jenis, dan contohnya. 

    Apa itu Brand Positioning?

    Brand positioning adalah strategi pemasaran yang bertujuan untuk membuat brand kamu unik dan berbeda dari pesaing di benak konsumen sehingga menjadi pilihan utama saat mereka memikirkan produk atau layanan tertentu. Hal ini dapat dicapai dengan menonjolkan nilai, atribut, reputasi, dan posisi unik dari produk atau layanan kamu.

    Menurut Kotler dalam "Marketing Management" edisi ke-11, seperti dikutip dari The Branding Journal, brand positioning adalah upaya merancang penawaran dan citra perusahaan agar memiliki tempat khusus di benak pasar. 

    Salah satu contoh brand positioning adalah jika banyak perusahaan menjual kacamata, kamu bisa menonjolkan keunikan produkmu. Kamu dapat menjual kacamata berkualitas premium dengan harga yang terjangkau. 

    Dengan cara ini, brand kamu lebih dikenal sebagai produsen kacamata berkualitas tinggi yang tetap ramah di kantong, membuat konsumen lebih cenderung memilih produkmu.

    Manfaat Brand Positioning

    Brand positioning adalah strategi pemasaran yang memiliki sejumlah manfaat yang penting untuk bisnis kamu. Berikut adalah manfaat brand positioning secara ringkas.

    1. Membedakan Brand Kamu dari Pesaing

    Brand positioning adalah cara agar brand kamu tampil beda di antara pesaing. Dengan menonjolkan kelebihan dan keunikan produk, konsumen akan melihat apa yang membuat brand kamu lebih spesial dibandingkan kompetitor di pasar.

    2. Membantu Konsumen Mengenali Brand Kamu

    Brand positioning yang efektif membuat brand kamu mudah dikenal dan diingat oleh konsumen. Dengan begitu, konsumen dapat mengingat dan memilih produk kamu saat sedang berbelanja.

    3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

    Posisi brand yang jelas dan konsisten dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Mereka akan cenderung lebih percaya pada merek yang memiliki identitas kuat dan konsisten di pasar.

    4. Mengundang Segmen Pasar yang Tepat

    Dengan brand positioning yang tepat, kamu bisa menarik perhatian segmen pasar yang sesuai dengan produkmu. Brand yang jelas dan sesuai dengan preferensi konsumen akan lebih mudah membangun loyalitas.

    Jenis-Jenis Brand Positioning

    Setelah mengetahui definisi dan manfaatnya, saatnya kamu mengetahui apa saja jenis-jenis brand positioning. Berikut jenis-jenisnya.

    1. Price-Based Positioning

    Jenis pertama ini berorientasi pada harga. Perusahaan menawarkan produk dengan harga yang terjangkau dengan tujuan agar konsumen mengingat dan memilih produk mereka karena faktor harga tersebut. 

    Contohnya adalah Walmart yang menjual produk dengan harga terjangkau sehingga memposisikan diri sebagai brand yang terjangkau dan membedakan diri dari pesaing yang lebih mahal.

    2. Convenience-Based Positioning

    Jenis kedua ini berfokus pada kemudahan konsumen dalam menjangkau produk. Perusahaan menawarkan layanan yang memudahkan konsumen, seperti lokasi yang strategis dan produk yang praktis. Contohnya adalah 7-Eleven yang menawarkan lokasi strategis dan layanan pelanggan yang memudahkan. 

    3. Quality-Based Positioning

    Jenis ketiga ini berfokus pada kualitas produk. Perusahaan menawarkan produk dengan kualitas unggul dan berbeda dari pesaing, sehingga membedakan diri dengan cara yang lebih spesifik. Contohnya adalah Apple yang menawarkan produk berkualitas tinggi dan memposisikan diri sebagai brand yang berfokus pada kualitas, berbeda dari pesaing yang lebih murah tetapi tidak memiliki kualitas yang sama. 

    4. Customer Service Positioning

    Jenis keempat ini berfokus pada pelayanan pelanggan. Contohnya adalah perusahaan yang memiliki pelayanan yang lebih lengkap dan selalu tersedia, sehingga pelanggan merasa nyaman. Hal ini membedakan mereka dari perusahaan yang pelayanan pelanggannya masih kurang, sehingga membuat pelanggan merasa kurang nyaman.

    Setelah kamu memahami brand positioning dan bagaimana strategi ini membantu memposisikan brandmu di pasar, kamu dapat menerapkannya dalam proses pemasaranmu.

    Cara Membangun Brand Positioning

    Brand positioning adalah cara produk kamu dipersepsikan oleh masyarakat atau pelanggan. Untuk menentukan brand positioning yang tepat, kamu harus memahami produkmu secara mendalam, mulai dari jenis produk hingga rencana distribusinya. 

    Selain itu, identifikasi keunikan atau Unique Selling Proposition (USP) yang membedakan produkmu dari yang lain, seperti menambahkan elemen khas pada produk. Berikut adalah langkah-langkah membangun brand positioning yang dapat kamu ikuti.

    1. Pahami Posisi Brand Kamu

    Ketahui bagaimana brand kamu dipersepsikan saat ini untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan dibandingkan dengan pesaing. Dari sini, kamu bisa menentukan visi, misi, nilai, dan keunikan brand milikmu.

    2. Lakukan Riset Kompetitor

    Selanjutnya, lakukan riset sederhana tentang produk pesaing untuk memahami strategi pemasaran mereka, kelebihan, dan kekurangan produk mereka, serta bagaimana brand mereka dipersepsikan di pasar. 

    3. Tentukan USP dan Kerangka Positioning

    Setelah memahami kompetitor, kamu harus menentukan Unique Selling Point (USP) dari produkmu serta mengembangkan kerangka positioning. Hal ini mencakup misi perusahaan, nada komunikasi, elevator pitch, dan pesan yang disesuaikan dengan USP dan target audiens kamu.

    4. Bangun Hubungan Baik dengan Calon Pelanggan

    Terakhir, bangun hubungan yang baik dengan calon pelanggan sebelum penjualan untuk membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman positif. Cara ini membantu memastikan bahwa produk kamu sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Kesimpulannya, brand positioning adalah strategi marketing yang kamu butuhkan jika ingin brand kamu memiliki posisi yang jelas pada pasar sehingga lebih mudah diingat oleh para pelanggan. Dalam upaya membangun brand positioning yang kuat, kamu perlu mengoptimalkan campaign pemasaran yang efektif. 

    Salah satu pemasaran yang banyak menarik perhatian adalah creative campaign yang dapat menunjukan kepribadian dan keunikan dari brand kamu sehingga berbeda dari pesaing lainnya. Dalam hal ini, kamu bisa bekerja sama dengan VISUWISU

    VISUWISU siap membantu meningkatkan branding dan pemasaran kreatif Anda melalui riset dan produksi elemen visual yang dibutuhkan untuk bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan visual bisnismu agar lebih unik dan menarik dengan menghubungi VISUWISU sekarang juga!

    Image PlaceholderImage Placeholder
    Visuwisu

    Wawasan Lainnya

    Siap untuk ronde kedua? Ikuti lebih banyak wawasan!

    Image Placeholder

    Strategi Marketing 5.0: Manfaat, Komponen, dan Contohnya

    Artikel ini membahas strategi marketing 5.0 untuk bisnis.

    Image Placeholder

    Apa itu Soft Selling, Manfaat, & Bedanya dengan Hard Selling

    Artikel ini membahas seluk beluk soft selling dan bedanya dengan hard selling.

    Image Placeholder

    Mengenal Brand Architecture: Manfaat dan Jenis-Jenisnya

    Artikel ini membahas seluk-beluk brand architecture dan manfaatnya bagi bisnis.

    Lihat Wawasan Lainnya