Artikel ini membahas seluk beluk soft selling dan bedanya dengan hard selling.
Apa itu Soft Selling, Manfaat, & Bedanya dengan Hard Selling
19 Februari 2025
Putri Azzhura Prameshti
bacaan 6 menit

Soft selling adalah strategi pemasaran tidak langsung yang mengedepankan aspek pendekatan personal pada pelanggan. Tujuan utamanya yaitu membangun kepercayaan, memahami kebutuhan, dan menciptakan loyalitas pelanggan.
Dengan pendekatan soft selling, bisnis berfokus untuk membangun hubungan dan memberikan value kepada pelanggan dibandingkan menjual produk secara langsung. Hasilnya, loyalitas pelanggan dapat terbangun yang pada akhirnya bermanfaat bagi kesuksesan bisnis jangka panjang.
Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu soft selling dan contohnya, simak artikel berikut ini hingga akhir!
Apa itu Soft Selling?
Soft selling adalah istilah dalam pemasaran yang menggambarkan teknik penjualan tidak langsung dan tidak terburu-buru. Pendekatan ini merupakan kebalikan dari hard selling, yang cenderung menggunakan metode penjualan langsung untuk menghasilkan transaksi secepat mungkin.
Pendekatan soft selling tujuan utamanya bukan hanya untuk mendapatkan penjualan dalam waktu singkat, namun lebih kepada membangun hubungan jangka panjang dengan calon pelanggan.
Metode penjualan soft selling ini sering digunakan oleh perusahaan B2B atau dalam aktivitas penjualan produk dengan harga yang tinggi seperti rumah, kendaraan, atau teknologi tertentu.
Kunci dari soft selling adalah menghindari sikap memaksa. Sebaliknya, fokuslah untuk memberikan edukasi kepada calon pelanggan dan membantu mereka memahami bagaimana produk atau layanan kamu dapat memberikan manfaat bagi mereka.
Manfaat Soft Selling
Dengan membangun koneksi yang baik dan memberikan nilai tambah pada audiens, kamu akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan akan merasa bahwa mereka telah membuat keputusan terbaik dengan memilih produk atau layanan kamu.
Berikut merupakan manfaat lain yang dapat diperoleh dari strategi soft selling:
- Membangun kepercayaan pelanggan.
- Meningkatkan loyalitas pelanggan.
- Mengurangi adanya retensi pelanggan.
- Memberikan pengalaman pelanggan yang positif.
- Membangun reputasi bisnis yang baik.
- Menciptakan peluang penjualan jangka panjang.
Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling
Secara garis besar, perbedaan soft selling dan hard selling bisa dilihat dari cara pemasarannya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, soft selling cenderung menggunakan pendekatan personal kepada pelanggan untuk melakukan penjualan, sebaliknya hard selling menggunakan cara yang cenderung lebih “agresif” untuk melakukan penjualan yang cepat dan masif.
Soft selling berfokus untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pendekatan yang lebih halus dan persuasif, sementara hard selling menekankan pada taktik langsung dan mendesak untuk menghasilkan keputusan cepat.
Selain itu, jika soft selling lebih mengedepankan manfaat dari produk, maka sebaliknya hard selling lebih berfokus mempromosikan klaim dan fitur dari produk atau layanan yang dijual.
Meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan, soft selling dan hard selling sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan penjualan.
Strategi Soft Selling
Mengimplementasikan strategi soft selling dapat membantu bisnis kamu membangun koneksi yang lebih dalam dengan pelanggan. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menjalankannya dengan efektif:
1. Lakukan Riset Pasar
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah riset pasar. Riset pasar mencakup kegiatan untuk mendalami kebutuhan, preferensi, dan inten dari audiens. Kamu dapat memulainya dengan melakukan survei pada pelanggan yang sudah pernah membeli produk kamu dengan memahami:
- Mengapa mereka membeli produk tersebut?
- Apa yang mereka sukai dari produk tersebut?
- Apakah ada aspek dari produk atau layanan yang bisa ditingkatkan?
- Bagaimana pengalaman mereka saat berbelanja?
Selanjutnya, kamu dapat memantau interaksi target audiens kamu di media sosial dengan mencari tahu konten apa yang mendapat like dan komentar terbanyak, jenis pertanyaan apa yang sering diajukan, dan topik apa yang sering didiskusikan.
Selain itu, kamu juga dapat melakukan analisis kompetitor untuk melihat bagaimana pesaing yang sukses berkomunikasi dengan audiensnya. Memahami kompetitor kamu dapat membantu kamu membangun strategi yang unik dan juga efektif.
2. Personalisasi Iklan
Setelah melakukan riset pasar, kamu dapat membuat strategi yang dipersonalisasikan dengan target audiens kamu. Pendekatan yang personal dilakukan untuk membangun koneksi emosional dengan audiens.
Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan personalisasi iklan dalam konteks soft selling:
- Penyebutan nama penerima dalam email marketing.
- Melakukan penawaran produk atau layanan yang relevan dengan pembelian sebelumnya.
- Membuat konten berbasis minat.
- Tampilkan ulasan dan testimoni dari pelanggan.
- Beri penawaran khusus atau diskon.
3. Fokus Pada Hubungan Dengan Pelanggan
Soft selling bukan hanya berfokus mendorong pelanggan untuk sekedar membeli produk kamu, namun juga membangun hubungan jangka panjang. Untuk itu, berikanlah edukasi yang bermanfaat, bantu mereka memahami produk kamu, dan tanggapi setiap pertanyaan dengan responsif.
Semakin kuat hubungan yang terjalin, maka akan semakin besar kemungkinan pelanggan memilih produk kamu dan merekomendasikannya kepada orang lain.
4. Bangun Interaksi dengan Pelanggan
Cara selanjutnya untuk menerapkan soft selling adalah dengan membangun interaksi. Ciptakan interaksi yang aktif di berbagai platform, baik melalui media sosial, blog, atau email marketing.
Misalnya, kamu bisa rutik mengajak audiens berinteraksi melalui kuis, survei, komentar, atau pertanyaan dengan memanfaatkan fitur pada media sosial
Kamu juga dapat membangun komunitas bisnis, baik melalui grup di media sosial, forum, atau acara lain dan secara aktif memberikan informasi serta merespon mereka jika terdapat pertanyaan atau keluhan. Interaksi yang positif akan meningkatkan kepercayaan terhadap bisnismu.
5. Beri Waktu untuk Pelanggan
Kunci dari kesuksesan soft selling adalah kesabaran. Maka, jangan sampai kamu terkesan memaksa pelanggan untuk membuat keputusan. Berikan waktu untuk mereka mempertimbangkan produk dan layanan yang ditawarkan.
6. Dapatkan Feedback dari Pelanggan
Terakhir, tanyakan pengalaman pelanggan setelah berinteraksi dengan bisnismu, baik secara langsung maupun melalui survei. Feedback ini akan membantumu memahami area mana yang telah berjalan baik dan area mana yang perlu dimaksimalkan agar lebih baik lagi.
Contoh Soft Selling
Berikut ini adalah beberapa contoh soft selling efektif yang dapat kamu pelajari dan kembangkan lebih jauh.
1. Bisnis Stationery
Jika kamu menjalankan sebuah bisnis alat tulis, kamu dapat menerapkan strategi soft selling dengan menciptakan kampanye media sosial yang menarik secara visual. Contohnya, buat kampanye yang menampilkan gambar-gambar indah dari alat tulis yang digunakan dalam berbagai setting, seperti ruang kerja di rumah yang nyaman atau ruang kreatif.
Konten tersebut akan menekankan emosi dan suasana yang diciptakan oleh alat tulis kamu, seperti produktivitas, kreativitas, dan inspirasi, tanpa menyebutkan fitur produk secara langsung atau mendesak pelanggan untuk melakukan pembelian.
2. Bisnis Retail
Sebuah toko ritel yang menjual produk kecantikan dapat menerapkan soft selling dengan membuat acara yang berkaitan dengan kecantikan seperti talkshow dengan para ahli, membuat acara belajar make up, atau membuat acara launching yang mendatangkan influencer.
Dengan menciptakan pengalaman yang mendidik dan interaktif, toko tersebut tidak hanya menjual produk tetapi juga membangun hubungan positif dengan pelanggan.
Dengan pendekatan soft-selling, bisnis tidak hanya memikirkan penjualan cepat, tetapi juga membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Ketika pelanggan merasa dihargai dan dipahami, mereka cenderung melakukan pembelian berulang atau bahkan tidak segan merekomendasikan produk atau layananmu kepada orang lain.
Melakukan strategi soft selling memang menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis, namun kamu tidak perlu khawatir, VISUWISU hadir di sini untuk membimbingmu!
Melalui layanan Creative Development, VISUWISU dapat membantu kamu membuat konsep iklan digital yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari analisis kompetitor hingga pengembangan pengembangan key message dan key visual, kami siap mendukung keberhasilan strategi soft selling bisnismu.
Ayo, tingkatkan strategi pemasaran bisnismu dan raih perkembangan bisnis yang kamu impikan! Hubungi VISUWISU segera!
