Artikel ini membahas seluk-beluk brand architecture dan manfaatnya bagi bisnis.
Mengenal Brand Architecture: Manfaat dan Jenis-Jenisnya
19 Februari 2025
Fania Dwi
bacaan 5 menit

Seiring berkembangnya suatu perusahaan, penerapan beberapa strategi pemasaran yang efektif sangatlah diperlukan, apalagi untuk brand yang memiliki sub-brand. Untuk itu, strategi seperti brand architecture adalah pilihan yang bijak bagi bisnis dengan sub-brand.
Brand architecture adalah strategi yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola sejumlah brand yang ada di bawah naungannya agar terlihat lebih tertata dan mudah diidentifikasi oleh konsumen.
Artikel ini akan mengulas beberapa hal penting terkait brand architecture, mulai dari definisi, manfaat, hingga jenis-jenisnya. Agar kamu dapat memahami bagaimana brand architecture memengaruhi strategi pemasaran, simak baik-baik penjelasannya berikut ini.
Apa itu Brand Architecture?
Perusahaan sering kali memilih untuk mendirikan anak perusahaan atau sub-brand untuk mengembangkan bisnis dan memasuki pasar baru. Sebagai contoh, jika suatu brand berniat melakukan ekspansi pasar, maka mereka mendirikan sub-brand dengan produk atau layanan yang berbeda dari parent brand, namun masih berada di bawah manajemen yang sama.
Baik induk perusahaan maupun anak perusahaan harus dikelola dengan baik agar menimbulkan kesan branding yang positif dan menyampaikan pesan dari setiap sub-brand kepada target audiens masing-masing dengan tepat. Untuk itu, brand strategist membuat kerangka merek yang dikenal sebagai brand architecture.
Brand architecture adalah struktur yang mengatur hubungan antara parent brand dengan sub-brand. Brand architecture bertindak sebagai guideline yang mengatur peran dari setiap brand dan bagaimana mereka saling mendukung untuk menciptakan identitas dan persepsi yang konsisten di mata publik.
Manfaat Brand Architecture
Penerapan brand architecture yang baik akan membawa manfaat besar bagi bisnismu, apalagi jika kamu memiliki banyak anak perusahaan. Strategi ini akan membantu memasarkan setiap brand dengan cara yang tepat dan menjangkau audiens yang relevan.
Namun, manfaat brand architecture tidak hanya itu saja. Berikut adalah keuntungan lain yang dapat diperoleh perusahaan dari penerapan brand architecture:
- Memberikan identitas yang jelas untuk setiap brand perusahaan.
- Mengurangi biaya pemasaran.
- Meningkatkan pendapatan perusahaan melalui cross-selling.
- Menyediakan platform untuk penumbuhan dan ekspansi.
- Strategi launching produk baru yang lebih efektif.
- Meningkatkan ekuitas brand.
- Mengurangi dampak kerusakan brand image secara keseluruhan.
Komponen Brand Architecture
Agar kamu mengetahui dengan jelas bagaimana setiap brand saling terhubung, maka kamu perlu memahami apa saja komponen yang membangun brand architecture. Simak daftar komponennya di bawah ini:
1. Master Brand
Master brand, atau yang juga dikenal sebagai parent brand, adalah merek utama yang dibangun oleh perusahaan dan biasanya menjadi yang paling dikenal oleh pelanggan. Logo master brand ini sering terlihat di semua produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan, dan biasanya juga merupakan nama perusahaan itu sendiri.
2. Sub-Brand
Sub-brand adalah perluasan atau anak perusahaan dari master brand atau parent brand yang memiliki posisi serta identitasnya sendiri. Sub-brand memanfaatkan kekuatan serta reputasi dari master brand untuk menaikkan exposure dari brand tersebut dan membentuk pasar baru.
3. Umbrella Brand
Umbrella brand adalah merek yang mencakup berbagai merek di bawahnya, meskipun identitas masing-masing merek bisa berbeda. Walau begitu, semua merek di bawah umbrella brand biasanya memiliki tema atau kategori produk yang serupa. Ini berarti, terkadang bisa terjadi persaingan antara merek-merek tersebut.
Jenis-Jenis Brand Architecture
Terdapat beberapa jenis brand architecture yang memiliki fungsinya masing-masing. Di bawah ini merupakan ulasan tentang empat jenis brand architecture beserta contohnya:
1. Branded House
Jenis yang pertama adalah branded house, yaitu jenis brand architecture yang paling umum. Biasanya, nama perusahaan master brand akan ditampilkan di samping seluruh produk atau layanan dari sub-brand.
Strategi ini membantu sub-brand untuk tumbuh dan memasarkan produk mereka dengan memanfaatkan customer loyalty para pelanggan terhadap master brand. Salah satu perusahaan yang mengadopsi metode branded house adalah Apple.
Apple menggunakan identitas merek yang konsisten di semua produk serta layanan mereka, seperti iPhone, iPad, Apple Watch, Apple TV, dan Apple Music. Meskipun produknya memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun mereka memiliki identitas yang sama dengan menyandingkan nama master brand Apple.
2. House of Brands
Jika branded house memungkinkan konsumen mengenali parent brand di setiap produk milik sub-brand, berbeda dengan house of brands yang memberi kebebasan bagi sub-brand untuk memiliki posisi dan pesannya sendiri di dalam segmen pasar mereka masing-masing.
House of brand merupakan jenis brand architecture yang memiliki sekumpulan brand yang berbeda di bawah satu parent brand. Dalam model ini, parent brand berperan sebagai investor serta pemegang kepentingan. Kemudian, mereka akan menambung berbagai brand yang akan beroperasi secara independen.
Salah satu contoh brand architecture dengan jenis ini adalah Procter & Gamble, atau yang lebih dikenal dengan P&G. Alih-alih fokus membangun reputasi parent brand, P&G menerapkan brand architecture yang memaksimalkan visibilitas dan kepercayaan untuk 65 brand individualnya yang tersebar di 10 kategori produk, seperti Gillette, Oral-B, Olay, Pantene, dan masih banyak lagi.
3. Endorsed brands
Jenis brand architecture adalah endorsed brands yang mendorong parent brand untuk mengiklankan sub-brand di setiap platform mereka. Dalam hal ini, sub-brand masih memiliki identitasnya sendiri, tetapi masih memperoleh dukungan dan berhubungan erat dengan parent brand untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Dengan metode ini, sub-brand bisa memanfaatkan keuntungan dari parent brand, namun tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya sendiri. Adapun contohnya adalah merek Kellog’s yang mensponsori sub-brand miliknya dengan menampilkan logo perusahaan di atas nama setiap produk.
Parent brand hanya berfungsi untuk memberikan sedikit nilai tambah, sementara merek-merek baru diciptakan dengan identitas unik mereka sendiri.
Itu dia informasi yang perlu kamu ketahui tentang brand architecture. Intinya, brand architecture adalah strategi pemasaran yang berguna untuk memperkenalkan sub-brand dari suatu perusahaan.
Apabila diterapkan dengan baik, maka strategi ini akan membantu menciptakan hubungan yang jelas antara merek utama dengan sub-brand. Namun, jika tidak terlaksana dengan baik, brand architecture dapat berdampak negatif pada perusahaan karena membuat publik kebingungan dan menciptakan kesalah pahaman.
Jika bisnismu berencana membuat campaign untuk mempromosikan parent brand ataupun sub-brand, penting untuk memerhatikan key message, desain, dan elemen visual lainnya. Dengan begitu, audiens dapat memahami brand milikmu dengan baik tanpa adanya miskonsepsi.
Nah, untuk membuat campaign yang efektif dan tepat sasaran, kamu bisa berkolaborasi dengan VISUWISU. Kami menyediakan layanan Branding and Visual Identity untuk membangun identitas brand yang kuat dan Creative Development untuk menciptakan campaign yang mampu menyampaikan pesan kepada audiens secara tepat sasaran, namun tetap menarik.
VISUWISU hadir bersama tim profesional yang akan memastikan setiap elemen campaign, mulai dari konsep hingga eksekusi, sesuai dengan visi misi perusahaanmu. Hubungi VISUWISU sekarang dan wujudkan potensi penuh bisnismu bersama kami!

