Artikel ini membahas apa itu buyer persona dan tips membuatnya.

Apa itu Buyer Persona? Manfaat, Contoh dan Cara Membuatnya

07 Mei 2025

Khairunnisa Andari

bacaan 4 menit

Branding
Marketing Ops
Apa itu Buyer Persona? Manfaat, Contoh dan Cara Membuatnya
Daftar Isi

    Buyer persona adalah gambaran yang lebih spesifik tentang setiap segmen target pasar bisnis. Aspek ini cukup penting bagi bisnis karena dapat membantu kamu memahami calon pelanggan dengan lebih baik serta menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat.

    Oleh karena itu, simak artikel berikut ini untuk memahami lebih lanjut apa itu buyer persona, detail, contoh dan cara membuatnya.

    Apa itu Buyer Persona?

    Buyer persona adalah gambaran semi-fiksi dari pelanggan ideal yang dibuat berdasarkan riset pasar dan data nyata tentang pelanggan yang sudah ada. Dalam membuatnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti demografi, pola perilaku, motivasi, dan tujuan pelanggan. Semakin detail informasi tentang persona ini, semakin akurat pula representasinya.

    Selain itu, buyer persona membantu brand menentukan prioritas waktu dan anggaran mereka. Misalnya, jika karakteristik pembelimu adalah pengguna aktif media sosial, perusahaan bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kampanye pemasaran di platform sosial media. Anggaran ini bisa digunakan di berbagai platform seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan YouTube.

    Apa yang Perlu Dicantumkan dalam Membuat Buyer Persona?

    Untuk memahami lebih lanjut apa itu buyer persona, kamu perlu mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kamu kumpulkan informasinya. Detail berikut ini dapat membantu kamu menyusun gambaran pelanggan ideal bisnismu

    1. Data Pribadi

    Langkah pertama adalah mengumpulkan informasi pribadi tentang pelanggan. Perusahaan perlu mengetahui hal berikut untuk menggambarkan individu dalam audiens mereka:

    • Jenis kelamin

    • Usia

    • Latar belakang pendidikan

    • Pekerjaan

    • Jumlah penghasilan

    • Status pernikahan

    2. Perilaku

    Selanjutnya, perusahaan dapat menganalisis tingkah laku pelanggan atau customer behavior dengan memahami aspek-aspek berikut ini:

    • Hobi

    • Makanan dan minuman favorit

    • Media sosial yang sering digunakan

    • Forum online yang diikuti

    3. Kebiasaan Berbelanja

    Terakhir, perusahaan perlu menentukan kebiasaan berbelanja pelanggan. Untuk mendapatkan informasi ini, ketahui hal-hal berikut:

    • Cara komunikasi (telepon, email atau bertemu langsung)

    • Bagaimana pelanggan mengetahui produk perusahaan (iklan, rekomendasi, atau internet)

    • Preferensi Belanja (offline atau online)

    Cara Membuat Buyer Persona

    Setelah mengetahui apa itu buyer persona beserta manfaat dan contohnya, kamu juga perlu mengetahui tips dalam membuatnya. Berikut adalah cara membuat buyer persona:

    1. Lakukan Riset Mendalam

    Langkah pertama adalah dengan riset mendalam untuk mengumpulkan data tentang pelanggan potensial. Ini meliputi informasi tentang demografi, perilaku, motivasi, dan tujuan mereka. Data ini akan menjadi dasar untuk membuat persona yang akurat.

    2. Pahami Tantangan yang Dihadapi Pelanggan

    Selanjutnya, kamu perlu memahami tantangan yang dihadapi pelanggan, seperti apa kesulitan mereka dan apakah produk atau layanan bisnismu dapat menjadi solusinya. Dengan memahami tantangan mereka, kamu bisa lebih baik dalam menawarkan solusi yang tepat.

    3. Identifikasi Tujuan Pelanggan

    Kemudian, kamu dapat mengidentifikasi apa yang ingin dicapai pelanggan, seperti apa harapan atau ekspektasi mereka terhadap produk atau layanan bisinimu. Tujuan tersebut akan membantu kamu merancang strategi pemasaran yang lebih tepat.

    4. Ketahui Bagaimana Bisnismu Bisa Menjadi Solusi

    Pastikan kamu benar-benar memahami bagaimana produk atau layananmu bisa menjadi solusi bagi pelanggan. Coba pikirkan apa yang membuat produk atau layananmu berbeda dan bagaimana itu bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga kamu bisa menawarkan produk atau layanan dengan lebih efektif.

    5. Kategorikan Setiap Persona

    Selanjutnya, kamu dapat mengkategorikan persona berdasarkan profil yang sudah dibuat. Kategori ini akan membantu kamu dalam memahami segmentasi pasar dan merancang strategi pemasaran yang lebih spesifik untuk setiap segmen.

    6. Tentukan Persona Negatif

    Terakhir, kamu sebaiknya juga menentukan juga persona negatif pelangganmu, yaitu tipe pelanggan yang tidak cocok dengan produk atau layanan bisnismu. Persona negatif membantu kamu untuk menghindari target yang kurang relevan dan lebih fokus pada audiens yang lebih tepat.

    Contoh Buyer Persona

    Setelah mengetahui cara membuat persona pelanggan, penting juga untuk melihat contohnya agar kamu tidak bingung. Mari simak studi kasus buyer persona berikut ini untuk memahaminya.

    Misalnya, kamu memiliki sebuah catering acara pernikahan yang berfokus untuk menyediakan paket dengan harga terjangkau, tetapi tetap berkualitas. 

    Kemudian, anggap saja klienmu adalah Sally, seorang karyawan swasta dengan penghasilan sedikit di atas rata-rata. Dia sedang mencari catering yang ideal untuk pernikahannya namun tetap memperhatikan anggaran. 

    Untuk bisnismu, Sally bisa menjadi target utama untuk paket yang terjangkau. Dengan menawarkan paket yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Sally, bisnis cateringmu bisa menarik perhatian dan memenuhi ekspektasinya.

    Itulah penjelasan mengenai apa itu buyer persona. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembuatan buyer persona sangat bermanfaat bagi bisnis. Kamu bisa memahami cara menyampaikan nilai-nilai bisnis kepada calon pelanggan dengan lebih tepat. Hasilnya, strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan berpotensi memberikan hasil yang maksimal.

    Jika kamu membutuhkan bantuan dalam merangkai upaya pemasaran yang unik dan menarik, kamu dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan VISUWISU. Sebagai partner desain grafis profesional, kami siap membantu pembuatan campaign bisnis yang kreatif dan efektif, sehingga brand kamu dapat terlihat lebih menarik dan kredibel di mata pelanggan.

    Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi VISUWISU sekarang untuk mendiskusikan solusi terbaik bagi bisnismu!

    Image PlaceholderImage Placeholder
    Visuwisu

    Wawasan Lainnya

    Siap untuk ronde kedua? Ikuti lebih banyak wawasan!

    Image Placeholder

    Strategi Marketing 5.0: Manfaat, Komponen, dan Contohnya

    Artikel ini membahas strategi marketing 5.0 untuk bisnis.

    Image Placeholder

    Apa itu Soft Selling, Manfaat, & Bedanya dengan Hard Selling

    Artikel ini membahas seluk beluk soft selling dan bedanya dengan hard selling.

    Image Placeholder

    Mengenal Brand Architecture: Manfaat dan Jenis-Jenisnya

    Artikel ini membahas seluk-beluk brand architecture dan manfaatnya bagi bisnis.

    Lihat Wawasan Lainnya