Artikel ini membahas cara melakukan sonic branding untuk bisnis.
Strategi Sonic Branding untuk Iklan Bisnis yang Menarik
07 Mei 2025
Khairunnisa Andari
bacaan 4 menit

Sonic branding adalah strategi membuat suara atau jingle yang identik untuk bisnis. Dalam membangun identitas brand, tidak hanya visual menarik yang perlu diperhatikan, tetapi juga aspek lainnya, seperti suara. Simak artikel berikut ini untuk memahami branding satu ini dan tips menerapkannya ke dalam bisnis kamu.
Apa itu Sonic Branding?
Ketika kamu sedang menonton TV, kamu pasti pernah mendengar jingle khas dari sebuah iklan. Tanpa melihat layar pun kamu sudah tahu apa yang sedang diiklankan. Itulah kelebihan dari sonic branding. Sonic branding, atau branding suara, adalah penggunaan suara atau audio yang khusus untuk menciptakan identitas brand yang unik dan mudah diingat.
Sama seperti logo visual, suara juga dapat berperan penting dalam membangun identitas brand di benak konsumen. Sonic branding adalah branding yang meliputi jingle iklan, nada dering perusahaan, hingga suara yang digunakan dalam aplikasi atau situs web.
Sonic branding terdiri dari beberapa komponen penting, antara lain:
Sonic Logo: Suara atau melodi pendek yang mencerminkan identitas brand dan dirancang untuk mudah diingat oleh konsumen.
Brand Music: Musik khusus yang dipilih untuk mencerminkan karakteristik brand, menyasar target pasar, dan menciptakan respons emosional yang diinginkan dalam iklan dan konten.
Soundscapes: Komponen ini mencakup kebisingan latar belakang dan lingkungan audio yang membentuk pengalaman brand, baik di toko fisik maupun online, termasuk efek suara, suara produk, dan musik pengiring.
Mengapa Bisnis Membutuhkan Sonic Branding?
Sonic branding bisa menjadi nilai tambah bagi brand agar menonjol atau berbeda, sehingga lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Misalnya, suara khas pada iklan McDonald's, "I'm Lovin' It" yang langsung mengingatkan kita pada brand tersebut bahkan sebelum logonya muncul di layar.
Tidak hanya itu, menurut sebuah riset, manusia hanya memerlukan sekitar 0,146 detik untuk merespon suara. Selain itu, diperkirakan akan ada 2 miliar pengguna pada tahun 2024, dengan 88% pengguna TikTok yang menganggap suara sebagai elemen penting dari pengalaman mereka, dan 73% menyatakan bahwa mereka akan 'berhenti untuk melihat' iklan yang memiliki audio.
Selain itu, jingle iklan dapat berguna meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menciptakan suasana yang tepat, baik itu melalui musik yang menenangkan di ruang tunggu atau nada dering khusus untuk layanan pelanggan.
Cara Membuat Branding Suara yang Mudah Diingat
Setelah kamu memahami pengertian dan pentingnya branding suara bagi bisnis, saatnya kamu mengetahui cara membuatnya berikut ini:
1. Membuat Desain Identitas Brand
Langkah pertama dalam sonic branding adalah membuat desain identitas brand yang kuat. Kamu perlu memahami karakteristik brand dan bagaimana suara dapat mencerminkannya.
Misalnya, perusahaan teknologi yang inovatif mungkin memilih suara yang futuristik dan modern, sementara bisnis spa atau kecantikan mungkin memilih melodi yang menenangkan dan relaksasi.
2. Menggunakan Tata Bahasa yang Tepat
Setelah memiliki desain identitas brand, penting untuk menggunakan tata bahasa yang tepat dalam komunikasi suara. Hal ini tidak hanya mencakup kata-kata yang diucapkan tetapi juga nada dan intonasi agar memperkuat narasi yang ingin disampaikan oleh brand.
Bahasa yang digunakan dalam branding suara harus konsisten dengan pesan dan nilai bisnis. Misalnya, brand yang ingin tampil ramah dan approachable akan menggunakan nada suara yang hangat dan bersahabat.
3. Memilih Melodi yang Simpel
Melodi yang sederhana namun catchy adalah kunci untuk membuat jingle iklan yang efektif. Selain itu, kamu perlu memilih melodi yang mudah dikenali dan diingat, seperti jingle pendek yang mudah terngiang-ngiang di kepala konsumen.
Melodi yang simpel juga memudahkan konsumen untuk langsung mengaitkannya dengan brand kamu. Jangan menggunakan melodi yang terlalu kompleks karena akan sulit diingat oleh audiens.
4. Berkolaborasi dengan Profesional
Membuat branding satu ini sering kali memerlukan bantuan dari profesional di bidang musik dan sound design. Profesional memiliki keahlian untuk menciptakan suara yang tidak hanya menarik tetapi juga sesuai dengan identitas brand.
Kamu dapat bekerja sama dengan profesional untuk memastikan kualitas dan kesesuaian pada jingle iklan untuk brand. Selain itu, profesional juga dapat memberikan wawasan tentang tren suara yang sedang berkembang di industri.
5. Salurkan Suara atau Audio dalam Iklan kepada Audiens
Setelah kamu membuat branding suaramu dibuat, langkah selanjutnya adalah menyalurkannya kepada audiens melalui berbagai saluran. Kamu dapat menyalurkannya melalui iklan TV dan radio, aplikasi mobile, situs web, atau bahkan di dalam toko.
Selain itu, kamu juga perlu konsisten dalam penggunaan jingle ini di semua titik kontak dengan konsumen agar lebih dikenal dan diingat oleh audiens. Konsistensi dalam penyaluran ini akan membantu membangun pengenalan brand yang lebih kuat di benak konsumen.
6. Mengukur dan Mengevaluasi Sonic Branding
Terakhir, penting untuk mengukur dan mengevaluasi efektivitas strategi ini. Evaluasi bisa dilakukan melalui survei pelanggan, analisis media sosial, atau alat lainnya. Dengan mengevaluasi hasilnya, kamu bisa mengetahui apakah jingle yang kamu gunakan berhasil atau perlu disesuaikan agar tetap relevan dan efektif.
Itulah penjelasan mengenai branding suara. Sonic branding adalah opsi yang dapat membantu kamu untuk membangun identitas brand yang unik dan mudah diingat. Jadi, jangan ragu untuk mensinergikan audio ke dalam strategi branding bisnismu!

