Artikel ini akan membahas cara meningkatkan brand awareness secara organik
Cara Meningkatkan Brand Awareness Secara Organik, Catat!
08 Mei 2025
Nur Fadilah Kurnia
bacaan 6 menit

Tahukah kamu bahwa sebuah brand yang terus meningkatkan brand awareness cenderung menghasilkan penjualan yang lebih tinggi?
Misalnya, ketika dihadapkan pada pilihan, konsumen akan cenderung untuk membeli produk dari merek yang terkenal daripada produk yang tidak mereka kenali.
Contoh lainnya adalah kamu pasti pernah ketika membeli air mineral, bukannya menyebut air mineral, tapi malah menyebutkan suatu merek tertentu, seperti “AQUA”. Padahal, air mineral yang kamu beli itu memiliki merek yang berbeda.
Brand tersebut telah berhasil membangun brand awareness sehingga merek mereka selalu diingat oleh para konsumen. Itu adalah salah satu bukti nyata akan seberapa besar pengaruh dari brand awareness untuk bisnismu.
Pada artikel ini, kami akan membahas secara detail mengenai definisi, piramida, indikator, dan cara meningkatkan brand awareness. Simak penjelasan berikut ini!
Apa itu Brand Awareness?
Brand awareness atau kesadaran merek adalah sebuah cara yang dilakukan oleh suatu brand supaya produk dan layanan mereka dikenal atau disadari keberadaannya oleh konsumen.
Brand awareness bisa didapatkan dengan cara membuat sebuah marketing campaign, yang membuat konsumen akrab dengan produk atau layanan dari sebuah brand.
Jika suatu merek dikenali oleh para konsumennya, mereka cenderung akan menerima kredibilitas, loyalitas pelanggan, dan menaikan penjualan.
Cara Meningkatkan Brand Awareness Secara Organik
Sering kali, kendala dalam melancarkan suatu strategi marketing adalah perusahaan membatasi pengeluaran dari marketing cost. Berikut ini cara meningkatkan brand awareness, namun tetap menghemat marketing cost perusahaanmu:
1. Content Marketing
Content marketing menjadi salah satu cara yang patut dicoba untuk meningkatkan brand awareness secara organik.
Buatlah konten yang mudah diingat, bernilai, informatif, dan juga menarik bagi target audiens kamu. Jangan lupa untuk cari tahu kebutuhan dan minat dari target audiens, lalu kaitkan dengan industri bisnismu.
Dengan membuat konten yang relevan dan humanize, akan menghilangkan jarak antara brand dan target audiens. Jadi, audiens akan merasa bahwa brand memperlakukan mereka secara spesial dan bukan hanya menjalin hubungan antara brand dan konsumen semata.
2. Social Media Marketing
Pada era digital saat ini, media sosial adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Dengan menemukan platform media sosial yang tepat dan mengunggah konten secara konsisten, kamu bisa berinteraksi dengan audiens, mempromosikan produk atau layanan, hingga mencari calon pelanggan.
3. Influencer Marketing
Setiap platform memiliki KOL (Key Opinion Leader) dan influencer dengan audiensnya masing-masing. Mereka akan membantu mempromosikan produk atau layanan bisnismu kepada audiens mereka. Bekerja sama dengan influencer, KOL, atau blogger yang tepat akan membantu brand untuk semakin dikenal. Pilihlah influencer yang sesuai dengan bidang dan juga value dari bisnismu.
4. Public Relations
Selain bekerja sama dengan influencer dari media sosial, kamu juga bisa menjalin hubungan dengan jurnalis atau media setempat untuk meliput bisnis kamu. Kamu bisa memanfaatkan peran media untuk menyorot acara launching produk atau layanan terbaru dari bisnismu.
5. Brand Collaborations
Mengadakan brand collaboration akan sangat berbeda dengan influencer marketing. Dengan brand collaboration, kamu bekerja sama dengan brand lain untuk sama-sama menciptakan produk, layanan, acara, atau pengalaman yang menarik bagi audiens kamu.
Kolaborasi ini tidak harus dilakukan dengan industri yang sama saja. Kamu juga bisa melakukan kolaborasi dengan brand yang bergerak di industri yang jauh berbeda dengan bisnismu.
Misalnya, brand kosmetik lokal “Dear Me Beauty” melakukan kolaborasi dengan brand penyedap rasa “Sasa”. Pada waktu itu, istilah “generasi micin” cukup ramai diperbincangkan. Kemudian, brand “Dear Me Beauty” terinspirasi dari istilah tersebut dan mengajak brand “Sasa” untuk berkolaborasi.
Mereka membuat beberapa produk seperti lip matte, loose powder, dan eye shadow palette. Untuk packaging-nya, mereka memadukan kedua warna brand identity mereka, yaitu warna putih untuk “Dear Me Beauty” dan aksen warna merah untuk brand “Sasa”.
Piramida Brand Awareness
Ketika menjalankan sebuah bisnis, kamu perlu memahami 4 tingkatan dari awareness supaya dapat mempengaruhi perjalanan pembeli.
Tiap tingkatan tersebut dapat digambarkan melalui piramida brand awareness. Di bawah ini adalah visualisasi piramida brand awareness menurut David Aaker.

Level Satu: Zero Awareness
Pada tahap ini, kamu berada di bagian bawah piramida karena bisnismu masih memiliki sedikit atau bahkan tidak ada pelanggan yang memiliki kesadaran mengenai keberadaan bisnis kamu. Namun, kamu memiliki kesempatan untuk mengembangkannya.
Level Dua: Brand Recognition
Brand recognition membantu target audiens untuk mengenali bisnis kamu dengan bantuan penanda visual seperti logo, slogan, warna, kemasan, dan marketing campaign.
Level Tiga: Brand Recall
Ketika seorang membutuhkan suatu produk atau jasa dan yang terlintas dalam pikirannya adalah brand milikmu, maka bisnismu telah berhasil menempati tingkat ketiga, yaitu brand recall.
Hal tersebut bisa terjadi karena kebiasaan pelanggan yang sering melihat, mendengar, atau menggunakan suatu brand.
Level Empat: Top-of-Mind
Tingkat top-of-mind terjadi ketika suatu brand yang langsung muncul pertama kali dalam benak seseorang ketika dikaitkan pada suatu produk, layanan, atau merek lain.
Contohnya, ketika membicarakan tentang merek pasta gigi, merek yang pertama kali muncul dalam benak banyak orang adalah “Odol”. Hal itu menandakan, “Odol” telah mencapai level awareness top-of-mind.
Indikator Brand Awareness
Penting sekali untuk mengukur kesuksesan brand awareness dari bisnismu supaya kamu bisa meningkatkan brand awareness jika dirasa masih belum mencapai targetmu. Berikut ini adalah 4 indikator brand awareness:
1. Brand Impressions
Dalam digital platform, istilah impressions adalah metrik yang menunjukan berapa kali target audiens mengunjungi dan melihat konten dari kampanye yang kamu buat. Selain itu, kamu juga bisa tahu jumlah klik dan traffic untuk mempelajari bagaimana target audiens menemukan campaign itu sehingga bisa kamu menerapkannya pada campaign selanjutnya.
2. Engagement Media Sosial
Kamu harus sering mengecek performa dari media sosial dan konten yang kamu unggah untuk menentukan awareness rate dari brand yang kamu miliki.
Setiap media sosial memiliki metrik yang berbeda-beda, namun umumnya yang sering dijumpai adalah:
- Follows (Mengikuti)
- Likes (Suka)
- Comments (Komentar)
- Shares (Membagikan)
- Saves (Menyimpan)
- Reach (Jangkauan)
- Views (Tayangan)
- Mention (Menyebut)
- Hashtag (Tagar)
Jika konten dari sosial mediamu mendapatkan banyak likes, comments, dan shares, maka brand kamu memiliki kesempatan untuk meningkatkan brand awareness.
Namun, selain meningkatkan brand awareness secara organik, kamu juga memiliki opsi lain, yaitu dengan membayar iklan atau postingan bersponsor di suatu media sosial.
3. Website Traffic
Melalui website traffic, kamu dapat memantau berapa banyak target audience yang tertarik untuk mengenal suatu merek tertentu. Kamu juga dapat mengecek dari mana target audiensmu mengetahui campaign atau bisnismu.
Mudahnya, jika traffic mengalami peningkatan saat mengadakan campaign, maka itu tandanya bisnismu sedang dalam proses meningkatkan brand awareness.
4. Volume Pencarian di Search Engine
Volume pencarian terkait keyword yang relevan dengan bidang bisnis dari suatu merek dapat digunakan sebagai strategi meningkatkan brand awareness.
Misalnya, dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization) atau SEM (Search Engine Marketing), kamu dapat mengadakan brand awareness campaign dengan lebih spesifik dan tertarget.
Demikian penjelasan lengkap mengenai brand awareness yang bisa kamu terapkan pada bisnismu. Dengan meningkatkan brand awareness, bisnis dengan berbagai skala pun dapat membuat creative campaign yang dapat menarik lebih banyak loyal customer.
Di Visuwisu, kami memiliki tim multidisiplin yang siap membantu brand kamu tampak menarik dengan media visual. Kami dapat membantu kebutuhan branding kamu, mulai dari desain motion, desain iklan, hingga video kreatif.
Mari konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan Visuwisu!


