Artikel ini akan membahas gaya desain grafis yang populer.
Simak 8 Gaya Desain Grafis Untuk Inspirasi Desain Kamu
07 Mei 2025
Nur Fadilah Kurnia
bacaan 5 menit

Dalam dunia desain grafis, terdapat berbagai gaya atau style yang dapat kamu terapkan dalam membuat karya visual. Gaya desain grafis ini dapat dilihat dari beberapa aliran yang memiliki karakteristik yang unik dan berbeda-beda.
Dikarenakan tren desain yang terus berkembang dari waktu ke waktu, para desainer menjadi kreatif dalam mengadopsi atau menggabungkan aliran tersebut sesuai dengan kebutuhan desain mereka.
Singkatnya, gaya desain grafis adalah referensi dalam menyusun karya visual yang menarik bagi para desainer. Berikut pembahasan lengkap mengenai pengertian gaya desain grafis dan aliran-alirannya.
Apa itu Gaya Desain Grafis?
Gaya desain grafis mengacu pada pendekatan atau estetika yang digunakan dalam membuat karya desain grafis. Hal ini mencakup berbagai elemen seperti penggunaan warna, tipografi, komposisi visual, dan elemen grafis lainnya.
Gaya desain grafis dapat bervariasi dari minimalis dan bersih hingga berani dan eksperimental, tergantung pada tujuan, target audiens, dan pesan yang ingin disampaikan oleh desainer.
Jika kamu sedang membangun estetika untuk brand milikmu, tetapi masih belum tahu estetika apa yang tepat untuk digunakan, kamu dapat menyimak macam-macam gaya desain grafis yang memiliki estetika tersendiri.
Kamu bisa menyesuaikannya dengan visi dari brand atau proyek bisnismu. Hal ini agar gaya desain brand kamu lebih mudah dikenali baik di dalam maupun di luar target audiens.
Aliran-Aliran Desain Grafis
Aliran desain grafis adalah macam-macam gaya desain grafis yang menggambarkan style, tata letak, dan penggunaan elemen desain grafis. Berikut adalah beberapa aliran desain yang banyak dikenal.
1. Victorian
Aliran desain grafis yang pertama adalah Victorian, sebuah gaya yang berkembang di Amerika, Inggris, dan Eropa dari 1820-an hingga 1900. Muncul sebagai respons terhadap revolusi industri, gaya desain grafis satu ini dikenal dengan ornamen kompleks, penggunaan warna gelap seperti hitam dan coklat.
Selain itu, gaya ini juga sering kali ditandai oleh penggunaan ornamen dan hiasan yang sangat detail, seperti motif curlicues, bunga, daun, dan ukiran yang diterapkan pada elemen-elemen desain seperti bingkai, dekorasi tipografi, atau latar belakang.
2. Arts and Crafts
Gaya yang bermula di Inggris dan menyebar ke Eropa dan Amerika Utara pada era 1880-1910 kembali muncul di Jepang pada tahun 1920-an. Ciri khasnya adalah penekanan pada tekstur dan ilustrasi tipografi.
Arts and Crafts adalah gaya desain grafis yang mengutamakan estetika dan style seperti kerajinan tangan. Desain grafis dalam gaya ini sering kali melibatkan ilustrasi, tipografi, dan dekorasi yang unik dan berkualitas tinggi.
3. Art Nouveau
Art Nouveau, yang muncul pada akhir 1800-an, merupakan salah satu gaya desain pertama yang benar-benar modern. Salah satu ciri khas Art Nouveau adalah penggunaan garis-garis organik yang panjang, sering kali menggambarkan hewan, tanaman, dan objek halus lainnya.
Tipografi dalam gaya ini juga mengikuti pola yang serupa, dengan penggunaan serif yang terlihat alami dan elemen grafis yang berulang. Warna dalam Art Nouveau dijaga seminimal mungkin karena biaya cetak warna pada masa itu yang relatif tinggi.
Hasilnya, desain-desain ini cenderung menggunakan satu warna, umumnya hitam, dengan sentuhan bayangan yang halus.
4. Kontemporer
Desain kontemporer tidak terbatas pada satu gaya grafis tertentu, melainkan mengikuti tren dan perkembangan terkini dalam dunia desain. Gaya ini mencakup beragam gaya garis, bentuk, dan tekstur yang mencerminkan tren saat ini, yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Misalnya, ada style kartun yang menonjol dengan garis tebal, sementara ada juga style yang lebih minimalis dengan palet warna yang simpel. Kontemporer yang menjadi sangat populer pada tahun 2021.
5. Scandinavian
Desain Skandinavia, yang berasal dari negara-negara Nordik seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia, dikenal karena pendekatannya yang sederhana namun efektif yang memberikan pentingnya pada setiap elemen.
Berbeda dengan gaya mewah Victoria yang erat dengan istana kerajaan Inggris, desain Skandinavia lebih fokus pada keindahan yang lebih relevan bagi masyarakat luas.
Palet warna dalam desain Skandinavia terdiri dari warna-warna netral dan lembut, dengan bentuk-bentuk yang minim ornamen dan tipografi yang bersih tanpa tambahan serif.
Penggunaan ruang putih yang luas juga merupakan ciri khasnya, memungkinkan elemen desain yang penting untuk menjadi fokus utama tanpa distraksi.
6. Psychedelic
Desain psychedelic adalah gaya desain yang langsung dapat dikenali karena warna-warna cerah dan banyak garis bergelombang.
Prinsip desain ini mencerminkan gerakan psychedelic pada tahun 60-an, yang sebagian didorong oleh LSD (obat yang secara drastis mengubah persepsi orang tentang realitas) dan mempengaruhi cara melihat objek, seperti garisnya akan bergoyang dan melengkung seolah-olah bergoyang dari kedua ujungnya.
Warna yang digunakan pun tampak jauh lebih cerah. Kedua efek visual ini telah ditangkap dalam gaya desain psychedelic, yang telah menjadi metafora untuk pengalaman menggunakan obat tersebut.
7. Art Deco
Art Deco adalah gaya desain yang menonjol dengan pola geometris yang kuat, pilihan warna yang mencolok, dan simetri yang konsisten. Gaya ini dipengaruhi oleh Kubisme, sebuah aliran desain yang mengutamakan bentuk-bentuk tegas untuk menciptakan ilusi tiga dimensi, dan Futurisme seperti desain-desain Metropolis.
Desainnya yang berbeda dan modern ini menarik perhatian jika kamu memutuskan untuk menggunakan desain satu ini sebagai desain brand atau campaign kalian.
8. Late Modern
Late modern adalah gaya desain yang mengusung prinsip kesederhanaan dengan bentuk geometris yang tidak biasa, simpel, dan tidak terlalu berhias. Ilustrasi ini terinspirasi dari gaya Avant Garde Eropa yang modern.
Penggunaan teknik-teknik fotografi, tata letak, dan pencetakan yang lebih modern semakin memperluas berbagai metode dalam desain ini.
Itulah penjelasan lengkap mengenai gaya desain grafis dan aliran-alirannya. Aliran-aliran desain grafis tersebut bisa menjadi referensi style yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan proyek desainmu.
Dalam membuat proyek desain bisnismu, kamu dapat mempertimbangkan bantuan dari tim profesional seperti VISUWISU.
VISUWISU dapat membantu kamu dalam pembuatan aset visual yang dibutuhkan. Maka, jangan ragu untuk menghubungi VISUWISU untuk kebutuhan kreatif dan visual bisnismu, dan dapatkan penawaran terbaik dari tim kami!
