Artikel ini akan membahas tentang cara membuat desain grafis yang unik dan menarik.
8 Cara Membuat Desain Grafis Mudah, Unik, dan Menarik!
19 Februari 2025
Putri Azzhura Prameshti
bacaan 5 menit

Desain grafis telah digunakan secara luas mulai dari kegiatan kampanye media sosial, iklan, pembuatan brosur, banner, PowerPoint, ataupun untuk keperluan pendidikan. Untuk itu penting hanya untuk kamu memahami cara membuat desain grafis yang baik.
Dalam desain grafis terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan seperti warna, tipografi, font, keselarasan, dan aspek lainnya. Mari simak artikel di bawah ini untuk penjelasan tentang cara membuat desain grafis yang menarik!
Cara Membuat Desain Grafis
Membuat desain grafis tidak selamanya sulit! Dengan memahami beberapa prinsip desain grafis dan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kamu bisa menciptakan desain yang menarik dan efektif. Berikut adalah panduan untuk membantu kamu memulai:
1. Memahami Dasar Desain
Sebelum membuat sebuah desain, penting halnya memahami prinsip dasar desain grafis seperti pemilihan warna, tipografi, tata letak, dan komposisi sebagai berikut:
- Warna: Memahami teori warna dan psikologi warna untuk mengetahui bagaimana pemilihan warna dapat mempengaruhi pemikiran dan emosi audiens.
- Tipografi: Memilih jenis tipografi yang mudah dibaca, sesuai dengan brand kamu, dan kombinasi font yang cocok.
- Tata letak: Menentukan peletakan elemen dalam desain agar seimbang dan menarik.
- Komposisi: Memahami cara pengaturan elemen visual agar penyampaian pesan lebih efektif.
2. Membuat Konsep Desain dan Moodboard
Setelah mengetahui dasar-dasar desain, kamu dapat memulai untuk membuat desain dengan menentukan konsep dan moodboard. Konsep desain adalah gambaran besar mengenai apa yang ingin kamu sampaikan dalam karya dan bagaimana pembawaanya.
Kemudian, moodboard adalah alat bantu untuk merangkum konsep dalam bentuk cuplikan elemen visual yang dijadikan inspirasi. Moodboard dapat membantu kamu menyusun ide secara lebih rapi dan jelas.
Kamu dapat membuat papan moodboard yang berisi gambar atau elemen visual lain sebagai inspirasi desain yang ingin kamu buat, sertakan juga color pallete dan contoh tipografi yang ingin kamu gunakan. Moodboard ini nantinya dapat menjadi sebuah tema besar untuk diaplikasikan pada proyek desain.
3. Membuat Sketsa Desain
Setelah memiliki konsep dan moodboard, kamu dapat melanjutkan ke proses pembuatan sketsa desain. Kamu dapat membuat sketsa desain secara digital dengan perangkat lunak desain grafis seperti Adobe Photoshop.
Selanjutnya, kamu dapat menyusun secara garis besar tata letak setiap elemen seperti gambar, teks, geometri, dan ikon pada desain. Kemudian, kamu bisa menyesuaikannya agar setiap ukuran dan proporsi masing-masing elemen saling seimbang dan sesuai dengan kanvas desain.
Pada proses ini, kamu bebas bereksperimen untuk memposisikan tata letak elemen dalam desain hingga mendapatkan komposisi yang paling sesuai.
4. Mulai Membuat Desain
Langkah selanjutnya yaitu membuat desain grafis dengan mengembangkan sketsa yang telah dibuat. Kamu dapat memulai untuk membuat background terlebih dahulu, kemudian mengerjakan desain elemen mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit.
5. Atur Tata Letak
Ketika desain grafis telah dibuat beberapa tata letak mungkin akan terasa berbeda dibandingkan pada sketsa. Oleh karena itu, kamu dapat menyesuaikannya kembali. Kamu dapat menggunakan bantuan dari fitur grid untuk menempatkan elemen secara simetris dan lebih teratur.
Pastikan semua elemen memiliki jajaran yang rapi agar membuat desain grafis profesional. Selain itu, buatlah hirarki visual yang merupakan cara penataan agar audiens dapat mengikuti alur informasi. Misalnya kamu dapat menempatkan kata dengan format bold pada awal kalimat atau untuk highlight kata kunci yang penting.
Selain itu, kamu juga dapat menambahkan elemen penunjuk seperti panah, penunjuk, garis atau simbol lainnya untuk membantu audiens mengerti bagian mana yang selanjutnya harus dipahami. Elemen-elemen ini berfungsi sebagai navigasi visual, membuat alur informasi menjadi lebih jelas.
6. Pemilihan Tipografi dan Ukuran
Ketika tata letak telah sesuai, waktunya kamu membenahi pemilihan tipografi dan ukuran. Dalam moodboard, tentunya kamu sudah memiliki beberapa pilihan tipografi yang akan kamu gunakan.
Kamu selanjutnya dapat mengujikan beberapa tipografi tersebut dan memilih mana yang paling sesuai dengan desainmu. Pilih tipografi yang jelas, mudah dibaca, menarik, dan sesuai dengan tema atau identitas brand kamu.
7. Pilih Warna Kontras
Langkah membuat desain grafis selanjutnya adalah memilih warna kontras. Warna pada desain ternyata tidak hanya memberikan kesan estetika namun juga mengarahkan perhatian audiens. Menggunakan warna yang kontras antara latar belakang dengan teks sangatlah penting untuk meningkatkan keterbacaan.
Kamu dapat memilih satu warna dominan kemudian melengkapinya dengan beberapa warna sekunder yang senada. Selain itu, pertimbangkan juga psikologi warna saat memilih pallet misalnya biru yang diasosiasikan dengan kepercayaan atau merah yang memberi kesan berani dan energik.
8. Membuat Efek Visual yang Menarik
Cara membuat desain grafis yang terakhir adalah dengan menambahkan efek visual yang menarik. Efek visual akan menimbulkan kesan yang lebih hidup, memberikan dimensi, dan kedalaman pada desain.
Kamu dapat menggunakan teknik layering berupa bayangan atau transparansi pada elemen elemen tertentu agar terlihat lebih menonjol dan posisinya terlihat. Terakhir, kamu juga dapat memvariasikan efek visual dengan memberikan tekstur pada desain atau menerapkan efek 3D.
Tips Membuat Desain Grafis Profesional
Berikut merupakan beberapa tips grafis desain yang dapat kamu implementasikan untuk mendapatkan hasil yang profesional:
- Memilih warna gelap untuk teks dan warna terang untuk latar belakang.
- Memilih palette warna yang tidak mencolok.
- Buat teks singkat, padat, dan jelas.
- Menggunakan font formal (Times New Roman, Garamon, Arial, dan Helvetica).
- Tambahkan elemen gambar yang berkualitas tinggi untuk melengkapi desain.
- Gunakan garis atau bentuk geometri untuk mempertegas desain.
- Buat desain sederhana namun berkesan.
Rekomendasi Tools untuk Membuat Desain Grafis
Setelah mengetahui cara pembuatan desain, untuk membuatnya kamu dapat menggunakan bantuan dari beberapa tools. Berikut merupakan rekomendasi tools yang dapat kamu gunakan untuk membuat desain grafis:
- Adobe Photoshop
- Adobe Illustrator
- CorelDRAW
- Canva
- Affinity Designer
- Sketch
- Figma
- Inkscape
Dengan mengetahui konsep dasar cara pembuatan desain grafis, kamu dapat mencoba untuk membuat desain grafis sendiri. Setiap desain yang kamu buat harus dimulai dari konsep yang matang kemudian baru dikembangkan sesuai kreatifitasmu agar hasilnya terarah dan efektif.
Ingatlah bahwa membuat desain yang sempurna tidak dapat dilakukan dalam sekali praktik, namun membutuhkan trial and error. Jika kamu membutuhkan bantuan jasa desain profesional yang berpengalaman untuk kebutuhan desain grafis, VISUWISU hadir untuk membantu! Ciptakan desain yang unik, menarik, dan berkesan! Hubungi VISUWISU sekarang!
