Artikel ini membahas cara membuat call to action yang efektif untuk bisnis.

8 Cara Membuat Call to Action yang Efektif bagi Bisnis!

07 Mei 2025

Putri Azzhura Prameshti

bacaan 6 menit

Website Design
8 Cara Membuat Call to Action yang Efektif bagi Bisnis!
Daftar Isi

    Call to action adalah salah satu elemen yang penting dalam penyampaian pesan pemasaran. Contohnya, ketika seseorang ingin melakukan pembelian, melakukan reservasi, atau berlangganan dalam suatu layanan, CTA menjadi key step untuk mewujudkannya. Cara membuat call to action dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan dan media pemasaran yang digunakan.

    Agar efektif, CTA yang dibuat harus mampu mengkomunikasikan dengan jelas apa maksud dan manfaat yang didapatkan audiens jika mereka merespon CTA tersebut. Baca artikel berikut untuk mempelajari apa itu CTA dan bagaimana cara pembuatannya yang efektif!

    Apa itu Call to Action (CTA)?

    Call to action adalah bentuk copywriting yang mengarahkan target audiens untuk dapat melakukan tindakan. CTA dapat berbentuk tulisan singkat, tombol, atau grafis yang umumnya ditemukan dalam konten pemasaran. 

    Dalam sebuah konten, CTA  dapat memberikan arahan yang jelas kepada audiens tentang apa yang harus dilakukan dan mendorong audiens melakukan tindakan seperti mendaftar, mengunduh, berlangganan, melakukan pembelian, atau bergabung dalam komunitas. 

    8 Cara Membuat Call to Action (CTA) yang Efektif

    Call to action yang efektif akan menarik perhatian target audiens, membuat mereka mengikuti arahan yang diinginkan, dan membantu bisnis mencapai tujuan. Berikut adalah cara membuat call to action yang efektif:

    1. Gunakan Kata Perintah

    Cara membuat call to action diawali dengan pemilihan kalimat yang tepat. Sebaiknya, hindari menggunakan kalimat yang berlebihan. Gunakanlah kalimat perintah yang jelas dan sesuai tujuan yang ingin kamu capai dari CTA tersebut. Contoh kata perintah yang bisa kamu masukkan dalam CTA di antaranya adalah: Beli, Belanja, Unduh, Berlangganan, Hubungi, dan Pesan.

    2. Gunakan Kata yang Memicu Emosi dan Antusiasme

    Selanjutnya, munculkan kata yang memicu emosi dan antusiasme di dalam CTA agar kamu bisa membangun koneksi emosional dengan target audiens. Artinya, kamu harus membuat CTA dengan bahasa persuasif yang membuat target pelanggan merasa termotivasi. 

    Kamu bisa menggunakan beberapa kata yang memicu emosi dan antusiasme, seperto: “Rencanakan jadwal liburan impianmu hari ini!”. 

    Kata “liburan impianmu” adalah salah satu bentuk pemicu emosi yang akan membangkitkan antusiasme target audiens dengan membayangkan liburan seperti apa yang mereka impikan.

    3. Memunculkan Urgensi

    Ketika target audiens mengetahui urgensi dari sebuah tindakan yang akan dilakukan, mereka akan lebih yakin dalam mengambil keputusan. Artinya, sangat penting untuk mencantumkan urgensi dalam sebuah CTA seperti potongan harga, penawaran terbatas, dan ketersediaan terbatas. Dengan begitu, audiens akan bertindak segera agar tidak melewatkan kesempatan tersebut.

    4. Manfaatkan FOMO

    FOMO atau Fear of Missing Out merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan hal yang dilakukan orang lain karena takut tertinggal. Manfaatkan kondisi FOMO untuk membuat CTA yang efektif, contohnya penawaran eksklusif selama bulan Ramadan, harga spesial hari kemerdekaan, dan mid-night flash sale.

    5. Sesuaikan CTA dengan Perangkat

    Selanjutnya, cara membuat call to action yang efektif adalah menyesuaikannya dengan perangkat yang digunakan. Untuk tampilan desktop, CTA harus terlihat jelas, mudah diakses, dan umumnya ditempatkan di bagian atas halaman. Untuk tampilan mobile, CTA ditempatkan di bagian bawah layar, namun mudah dijangkau dan tidak perlu menggulir terlalu banyak.

    6. Lakukan A/B Test

    A/B testing bertujuan untuk membandingkan dua versi dari CTA dan mengidentifikasi mana yang lebih menarik dan efektif. Metrik yang digunakan untuk pengujian ini biasanya adalah click-through rate (CTR), conversion rate, dan bounce rate.

    7. Tambahkan Angka

    Salah satu cara membuat call to action yang menarik adalah dengan menggunakan angka. Banyak audiens cenderung tertarik melihat angka terutama berupa potongan harga atau diskon. 

    Contoh: Hanya tersisa 10 Unit!, Diskon 20%!, 24 jam Flash Sale!, Daftar Sebelum 10 Agustus!

    8. Buat Unik dan Berani

    Terakhir, tampilkan keunikan dan keberanian di dalam CTA. Audiens akan merasa penasaran dan tertarik terhadap sesuatu yang unik serta kreatif. Kamu dapat memunculkan unique selling proposition (USP) atau menggunakan pernyataan yang negatif untuk memotivasi audiens melakukan perubahan.

    Contoh: Rumah kamu selalu berantakan? Kami bantu bereskan!, Lelah penjualan rendah? ubah strategi dengan layanan kami dan lihat hasilnya!, Jangan tertipu barang palsu, cek toko kami dijamin 100% ori.

    Manfaat Call to Action (CTA)

    Selain tujuan utamanya untuk mendorong audiens melakukan tindakan, CTA juga memiliki manfaat lain sebagai berikut:

    • Meningkatkan conversion rate.

    • Membangun interaksi dengan audiens.

    • Meningkatkan penjualan.

    • Meminimalisasi adanya bounce rate.

    • Meningkatkan user experience

    • Mengukur keberhasilan kampanye

    Di mana Harus Mencantumkan Call to Action (CTA)?

    Call to action adalah salah satu aspek penting dalam pemasaran digital sehingga penempatannya harus diperhatikan agar strategis dan memaksimalkan penyampaiannya. Berikut merupakan beberapa lokasi strategis untuk menyertakan CTA:

    1. Website

    Pastikan mencantumkan CTA di dalam website, khususnya di homepage agar audiens ketika mengunjungi halaman web kamu terdorong untuk melakukan interaksi dan tindakan. Kamu juga dapat menyertakannya di setiap postingan dalam website seperti artikel, press release, e-book, dan konten pemasaran lainnya.

    2. Email Campaign

    Sertakan CTA dalam email campaign pemasaran kamu untuk mengarahkan pembaca ke langkah berikutnya, seperti "Beli Sekarang" atau "Pelajari Lebih Lanjut".

    3. Media Sosial

    CTA dapat ditempatkan di dalam konten pemasaran sosial media contohnya pada akhir postingan gambar dan video, di dalam desain iklan, atau disebutkan secara langsung ketika sedang melakukan live. Selain itu, CTA juga dapat ditulis dalam caption, deskripsi postingan, atau di dalam fitur media sosial seperti “Geser ke atas untuk lebih lanjut”.

    4. Google

    Mencantumkan CTA pada Google dapat dilakukan melalui platform Google Ads, Google My Business, Google Maps, Google Search Console, dan Google site. CTA yang dicantumkan dapat berupa iklan, tombol CTA, atau deskripsi singkat.

    Contoh Call to Action (CTA)

    Berikut merupakan contoh call to action yang dapat kamu gunakan untuk bisnis kamu, diantaranya:

    Contoh call to action untuk Website

    • Sign Up

    • Daftar Gratis!

    • Mulai uji Coba Gratis!

    • Hubungi Kami

    • Coba Sekarang!

    Contoh call to action untuk Konten Media Sosial 

    • Klik Link di Bio!

    • Swipe Up!

    • Bagikan di Story Anda!

    • Suka & Bagikan!

    Contoh call to action untuk E-commerce

    • Beli Sekarang!

    • Dapatkan Sekarang! 

    • Lihat Penawaran!

    • Gratis Ongkir!

    CTA yang jelas, menarik, dan relevan mampu mendorong audiens melakukan tindakan yang diinginkan serta mengarahkan audiens merespons secara positif dan cepat. Hal ini sangat menguntungkan bagi bisnis untuk menciptakan peluang konversi yang lebih tinggi dan memperkuat posisi kompetitif bisnis kamu di pasar.

    Selain CTA yang meyakinkan, desain visual yang menarik juga penting membuat audiens semakin tertarik dengan brand kamu. Dengan CTA yang efektif dan desain estetis, audiens lebih mudah terlibat dan termotivasi untuk bertindak, memperkuat hubungan dengan brand, dan meningkatkan konversi. 

    Namun, beberapa dari pemilik bisnis tidak punya waktu atau sumber daya yang memadai untuk melakukanya. Jika kamu salah satunya, jangan khawatir! VISUWISU hadir sebagai solusi dari permasalahan kamu! VISUWISU menyediakan layanan jasa desain grafis dan visual yang mencakup copywriting profesional. 

    Dengan keahlian kami, setiap detail desain akan dirancang untuk memikat dan menarik perhatian audiens kamu. Buat desain berkesan yang tak terlupakan! Hubungi VISUWISU untuk konsultasikan kebutuhan kamu sekarang!

    Image PlaceholderImage Placeholder
    Visuwisu

    Wawasan Lainnya

    Siap untuk ronde kedua? Ikuti lebih banyak wawasan!

    Image Placeholder

    Jenis-Jenis Website Berdasarkan Sifat, Platform, dan Fungsinya

    Artikel ini membahas tentang jenis-jenis website berdasarkan fungsi, platform, dan sifatnya.

    Image Placeholder

    10 Contoh Desain Website yang Baik, Unik, dan Menarik!

    Artikel ini membahas tentang desain website yang baik dan menarik untuk bisnis.

    Image Placeholder

    Mobile First Design: Pengertian, Manfaat, & Tips Membuatnya

    Artikel ini membahas seluk beluk mobile first design.

    Lihat Wawasan Lainnya