Artikel ini akan membahas branding framework dan strateginya pada bisnis.

Branding Framework: Definisi, Manfaat, dan Strateginya

07 Mei 2025

Nur Fadilah Kurnia

bacaan 6 menit

Branding
Branding Framework: Definisi, Manfaat, dan Strateginya
Daftar Isi

    Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat dan dinamis, tidak mudah bagi sebuah brand untuk mendominasi sebuah pasar yang telah ditargetkan. Pada titik ini, kamu membutuhkan peran penting branding framework dalam membangun identitas merek yang kuat untuk brand kamu.

    Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai branding framework mulai dari definisi, manfaat, jenis, hingga cara menyusun strateginya. Untuk memahaminya, mari simak artikel ini hingga tuntas.

    Apa itu Branding Framework?

    Branding framework merupakan sebuah pendekatan terstruktur yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan, mengomunikasikan, dan mengelola identitas brand mereka secara efektif. 

    Hal ini berfungsi sebagai acuan dalam membuat segala keputusan dan aktivitas terkait brand tersebut. Misalnya, bagaimana suatu brand menyampaikan suatu pesan dan berkomunikasi dengan target audiens dengan baik.

    Manfaat Branding Framework

    Menerapkan branding framework yang tepat dapat memberikan hasil yang maksimal dan mendatangkan berbagai keuntungan bagi brand. Berikut ini berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan melalui framework branding:

    • Membantu suatu brand lebih menonjol di antara kompetitornya dengan memberikan suatu hal yang berbeda dan unik kepada target audiens.

    • Membangun koneksi emosional yang kuat terhadap target audiens dengan brand.

    • Membantu memahami bisnismu lebih dalam sehingga dapat menyusun strategi yang lebih baik lagi untuk ke depannya.

    • Menunjukan pesan yang jelas dan sesuai dengan visi, misi, value dan citra brand sehingga target audiens dapat dengan mudah memahami pesan tersebut.

    • Meningkatkan rasa keingintahuan audiens sehingga tertarik membeli produk atau menggunakan jasamu.

    5 Jenis Marketing Framework

    Setelah memahami manfaat dari framework branding, kamu juga perlu untuk memahami jenis-jenisnya untuk tahu mana jenis digital marketing framework yang tepat untuk bisnis kamu. Di bawah ini adalah 5 jenis branding framework yang dapat kamu terapkan.

    1. 7P Marketing Mix

    Jenis branding framework yang pertama ini adalah jenis yang paling sering diterapkan dalam mengembangkan suatu bisnis. Berikut ini penjelasannya:

    • Product (Produk): Hal apa yang kamu coba tawarkan, entah itu berupa produk atau jasa.

    • Price (Harga): Kamu perlu menganalisis target market dan sesuaikan juga dengan value yang kamu berikan untuk menentukan harga.

    • Place (Tempat): Di mana produk dan jasa tersebut ingin kamu tawarkan. Kamu bisa menawarkannya secara online ataupun offline.

    • Promotion (Promosi): Cara yang tepat untuk menarik target audiens supaya tertarik untuk membeli produkmu.

    • People (SDM): Libatkanlah orang-orang yang bertalenta di seluruh aspek bisnismu.

    • Process (Proses): Prosedur yang tepat bagaimana konsumen dapat menggunakan layanan yang kamu buat. 

    • Physical Evidence (Bukti Fisik): Sebuah bukti fisik yang memudahkan konsumen dalam memahami produk atau layanan yang kamu tawarkan.

    2. STP Marketing Model

    Jenis yang satu ini merupakan singkatan dari Segmentation, Targeting, dan Positioning. Jenis ini menunjukan bagaimana suatu perusahaan berinteraksi dan berkomunikasi kepada target audiens melalui pesan yang relevan.

    3. AARRR Model

    AARRR adalah sistem yang membantu kamu untuk mengamati perjalanan pelanggan selama proses pembelian sehingga kamu tahu mana strategi yang berhasil diterapkan dan  yang perlu diperbaiki.

    Berikut ini penjelasan setiap metriknya:

    • Acquisition (Akuisisi): Bagaimana konsumen mengenali produk yang kamu tawarkan dan bagaimana mereka akhirnya memilih untuk membeli produk tersebut.

    • Activation (Aktivasi): Hal ini berfokus pada pengalaman pertama konsumen terhadap produkmu.

    • Referral (Rujukan): Kamu perlu memberikan insentif untuk dapat menjalankan hal ini karena kamu akan meminta seseorang untuk mempromosikan produkmu.

    • Revenue (Pendapatan): Kamu akan mendapatkan pendapatan yang signifikan jika berhasil mengimplementasikan seluruh AARRR model secara maksimal.

    4. The Hook Model

    The hook model merupakan suatu proses yang membantu bisnis dalam merancang suatu produk atau layanan sehingga dapat digunakan secara rutin oleh konsumen. 

     Berikut ini adalah fasenya:

    • Trigger (Pemicu): Pemicu ini membantu pelanggan untuk mengambil suatu tindakan.

    • Action (Aksi): Setelah pelanggan terpicu, pelanggan akan mengambil tindakan dengan terlibat dengan produk atau layanan.

    • Reward (Imbalan): Ketika pelanggan mendapatkan imbalan dari aksinya, pelanggan cenderung meningkatkan keterlibatan mereka dengan produk atau layanan.

    • Investment (Investasi): Setelah mendapatkan reward, pelanggan akan diminta untuk berinvestasi dalam produk atau layanan dengan melakukan suatu tindakan yang meningkatkan kemungkinan pelanggan untuk kembali lagi.

    5. STEPPS

    Digital marketing framework jenis STEPPS, yang dikembangkan oleh Jonah Berger, menguraikan enam prinsip yang mendorong pemasaran dari mulut ke mulut dan pemasaran viral. Berikut ini adalah penjelasan dari setiap elemen:

    • Social Currency (Mata uang sosial): Kamu dapat memanfaatkan hal ini dengan membuat konten atau produk yang membuat audiens merasa seperti trendsetter.

    • Trigger (Pemicu): Segala hal yang membuat audiens selalu ingat dengan brand kamu.

    • Emotion (Emosi): Mainkan emosi audiens kamu dengan membuat konten yang emosional.

    • Public (Publik): Buatlah produk atau perilaku yang lebih mudah diamati dan diketahui publik akan meningkatkan peluang untuk dibicarakan dan dibagikan.

    • Practical Value (Nilai Praktis): Ketika orang menganggap konten sebagai sesuatu yang berharga atau bermanfaat, mereka lebih cenderung menyebarkannya kepada orang lain.

    • Stories (Cerita): Konten naratif yang menarik dan mudah diingat, membuatnya sangat mudah dibagikan.

    4 Strategi Branding Framework

    Setelah memahami definisi hingga jenisnya, kini saatnya kamu mengetahui strategi yang tepat dalam menyusun branding framework. Di bawah ini 4 strategi marketing framework yang dapat kamu terapkan, yaitu:

    1. Membuat Logo yang Mencerminkan Identitas Brand

    Logo menjadi wajah dari sebuah brand karena menggambarkan identitasnya sehingga sangat penting bagi kamu dalam memilih logo yang unik dan mudah diingat oleh konsumen. 

    Contohnya, logo Apple yang menggambarkan buah apel yang terpotong di tengahnya. Logo Apple telah menjadi ikon yang melambangkan kesederhanaan, keindahan desain, inovasi, dan kualitas dalam produk teknologi. 

    2. Menentukan Pesan Brand

    Kamu dapat membuat tagline singkat yang mudah diingat dan menyampaikan hal yang ini brand kamu sampaikan.

    Misalnya, Coca-Cola dengan tagline "Taste the Feeling". Coca-Cola menekankan pengalaman rasa yang menyenangkan dan memuaskan dari minuman mereka. Tagline ini menggambarkan hubungan emosional antara konsumen dan merek Coca-Cola.

    3. Mengintegrasikan Brand

    Mengintegrasikan brand mencakup menempatkan logo pada produk kemasan, iklan yang disiarkan, dan konten yang dibagikan di media sosial. 

    Dengan melakukan integrasi brand secara konsisten dan menyeluruh, brand akan lebih mudah dikenali oleh konsumen dan menciptakan kesan yang kuat dalam pikiran mereka.

    4. Mengadakan Soft Campaign

    Dalam era digital saat ini, banyak bisnis yang memilih untuk melakukan soft campaign di media sosial karena memiliki jangkauan yang lebih luas, dapat diukur secara lebih efisien, dan biayanya relatif terjangkau. 

    Contoh dari soft campaign adalah pembuatan konten informatif tentang brand yang ingin dikenalkan kepada audiens. Dengan pendekatan ini, konsumen dapat teredukasi tentang brand tersebut dan membentuk citra yang positif.

    Dalam menjalankan sebuah bisnis, branding framework menjadi tulang punggung yang memastikan brand kamu dikenali dan diingat oleh audiens. Namun, mengembangkan dan mengelola branding framework bukanlah tugas yang mudah. Itu sebabnya VISUWISU hadir untuk membantu.

    Dengan pengalaman dan keahlian dalam bidang kreatif dan pemasaran, VISUWISU siap membantu bisnis kamu membangun branding framework yang kuat dan efektif. 

    Dari merumuskan strategi brand hingga merancang aset kreatif yang memukau, tim VISUWISU siap menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhanmu.


    Jangan biarkan kesulitan dalam mengelola branding framework menghambat pertumbuhan bisnismu. Hubungi VISUWISU hari ini untuk memulai perjalanan menuju brand yang menginspirasi dan berhasil.

    Image PlaceholderImage Placeholder
    Visuwisu

    Wawasan Lainnya

    Siap untuk ronde kedua? Ikuti lebih banyak wawasan!

    Image Placeholder

    Mengenal Brand Architecture: Manfaat dan Jenis-Jenisnya

    Artikel ini membahas seluk-beluk brand architecture dan manfaatnya bagi bisnis.

    Image Placeholder

    8 Strategi Digital Branding yang Efektif untuk Bisnis

    Artikel ini membahas strategi digital branding yang efektif untuk bisnis.

    Image Placeholder

    testing v3 id

    testing v3 id

    Lihat Wawasan Lainnya