Artikel ini membahas perbedaan brand identity dan brand image.
Brand Identity vs Brand Image: Apa Perbedaan Keduanya?
07 Mei 2025
Khairunnisa Andari
bacaan 4 menit

Membangun kesan yang kuat di benak konsumen adalah salah satu cara agar brand kamu mudah diingat. Dua konsep yang dapat membangun kesan kuat dalam hal ini adalah brand identity dan brand image. Keduanya sama-sama penting, namun memiliki peran yang berbeda dalam membangun dan mempertahankan persepsi publik terhadap suatu brand.
Artikel berikut akan membahas brand identity vs brand image, penjelasan kedua konsep ini, serta apa perbedaannya.
Brand Identity vs Brand Image: Apa Perbedaan Keduanya?
Istilah brand identity dan brand image sudah familiar dalam dunia pemasaran, namun kedua konsep ini memiliki perbedaan. Memahami perbedaan ini penting bagi perusahaan untuk membangun brand yang kuat dan konsisten. Berikut adalah perbedaan keduanya yang perlu kamu ketahui:
1. Konsep
Perbedaan brand identity dan brand image yang pertama adalah konsep. Brand identity adalah bagaimana sebuah perusahaan ingin dilihat oleh konsumennya. Hal Ini mencakup elemen-elemen seperti logo, warna, tipografi, dan suara brand yang konsisten digunakan di berbagai saluran komunikasi. Identitas tersebut merupakan gambaran visual dan naratif dari nilai-nilai, visi, dan misi yang ingin disampaikan kepada audiens.
Sementara itu, brand image adalah persepsi yang dimiliki konsumen tentang merek tersebut. Image ini terbentuk dari bagaimana konsumen memandang dan merasakan merek berdasarkan interaksi dan pengalaman mereka. Brand image dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman pribadi pelanggan, ulasan pengguna lain, atau campaign pemasaran.
2. Pembentukan dan Keberlanjutan
Perbedaan kedua adalah brand identity dibentuk oleh perusahaan itu sendiri, sedangkan brand image adalah hasil dari persepsi konsumen yang berkembang seiring berjalannya waktu.
Proses dari brand identity biasanya melibatkan tim kreatif yang bekerja untuk menciptakan elemen-elemen visual dan naratif yang akan menjadi representasi dari brand tersebut. Identitas tersebut dibangun agar dapat bertahan lama dan juga diperbarui sesuai dengan kebutuhan.
Sebaliknya, proses dari brand image dipengaruhi dengan interaksi konsumen dengan produk, layanan, atau konten yang dihasilkan oleh brand. Maka dari itu, image sebuah brand bisa berubah, tergantung pada bagaimana pengalaman dan interaksi konsumen.
3. Komponen Pembentuk
Perbedaan selanjutnya adalah komponen atau elemen pembentuk. Brand identity terdiri dari elemen-elemen seperti logo, skema warna, font, tagline, dan pesan utama yang dimuat melalui berbagai saluran komunikasi. Semua elemen ini digabungkan untuk menciptakan identitas yang konsisten dan mudah dikenali oleh konsumen.
Sementara itu, brand image lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ulasan konsumen, keberhasilan campaign pemasaran, dan bagaimana produk atau layanan diterima di pasar. Komponen tersebut mencakup opini konsumen, asosiasi merek, dan reputasi di pasar.
4. Proses dan Upaya
Dalam menciptakan brand identity, perusahaan melalui proses kreatif yang melibatkan riset mendalam tentang target pasar, nilai-nilai perusahaan, dan tujuan jangka panjang. Selain itu, identitas tersebut juga harus mencerminkan karakteristik yang ingin dikenali oleh pelanggan.
Sebaliknya, brand image tidak bisa sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan. Meskipun strategi pemasaran dapat membantu meningkatkan brand image, pada akhirnya, citra tersebut akan ditentukan oleh pengalaman konsumen dan bagaimana mereka memaknai interaksi mereka dengan brand tersebut.
5. Representasi Citra
Perbedaan lainnya adalah representasi citra yang ingin ditunjukkan. Brand identity mewakili apa yang diinginkan perusahaan untuk disampaikan kepada publik. Hal ini mencakup citra ideal yang ingin diproyeksikan kepada konsumen.
Brand image, di sisi lain, adalah cerminan bagaimana brand tersebut benar-benar diterima dan dipahami oleh konsumen. Hal ini mencakup representasi aktual dari apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh konsumen tentang brand tersebut.
6. Kendali dan Respons
Perbedaan selanjutnya adalah kendali dari perusahaan dan respons dari pelanggan. Perusahaan memiliki kontrol penuh atas brand identity mereka. Mereka dapat memutuskan elemen-elemen apa yang akan digunakan untuk mewakili brand mereka dan bagaimana penerapannya di berbagai saluran.
Namun, brand image lebih sulit untuk dikendalikan. Perusahaan dapat mempengaruhi image mereka melalui kualitas produk, layanan pelanggan, dan strategi pemasaran, tetapi pada akhirnya, image ini adalah hasil dari reaksi dan persepsi pelanggan.
7. Evaluasi dan Fokus
Perbedaan yang terakhir adalah bagaimana evaluasi dan fokus dari perusahaan terhadap dua hal ini. Brand identity dievaluasi berdasarkan konsistensi dan seberapa baik elemen-elemen yang dipilih mencerminkan nilai-nilai dan tujuan perusahaan. Fokusnya adalah pada bagaimana perusahaan ingin dilihat.
Sementara itu, brand image dievaluasi berdasarkan persepsi dan reaksi konsumen terhadap merek tersebut. Fokusnya adalah bagaimana brand tersebut dipandang oleh audiens dan apakah image tersebut sesuai dengan identitas yang ingin dibangun oleh perusahaan.
Itulah penjelasan mengenai brand identity vs brand image. Dengan menjaga konsistensi antara keduanya, perusahaan akan lebih mudah menarik perhatian dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Pada akhirnya, keseimbangan antara brand identity yang kuat dan brand image yang positif akan membawa perusahaan lebih dekat menuju kesuksesan jangka panjang.
Dalam membangun kedua hal ini, kamu selalu dapat bekerja sama dengan profesional. VISUWISU, sebagai penyedia jasa visual profesional, dapat membantu kamu! VISUWISU menyediakan layanan Creative Development dan layanan Branding yang dapat membantu kamu membangun branding bisnis yang kuat dari sisi value, pesan, dan visual.
Jadi, tunggu apalagi? Hubungi VISUWISU sekarang untuk mendiskusikan branding perusahaanmu!

