Hai Volks, mari berdiskusi tentang design operations dan cara menerapkannya di alur kerja kamu.
Design Operations: Definisi, Pilar, dan Cara Menerapkannya
07 Mei 2025
Nur Fadilah Kurnia
bacaan 5 menit

Design operations memiliki peran penting untuk memastikan tim desain dapat beroperasi dengan efisien dan maksimal.
Dalam dunia bisnis, desain tidak hanya menjadi tahapan dalam pembuatan sebuah produk, tetapi juga mempengaruhi pengalaman dan persepsi pelanggan terhadap suatu brand.
Misalnya, perpaduan warna yang terlalu mencolok, ukuran font terlalu kecil, hingga posisi elemen visual yang tidak simetris. Beberapa hal kecil tersebut akan membuat audiens kesulitan menangkap apa yang disampaikan pada suatu desain.
Para pelanggan akan meragukan kredibilitas perusahaan dan menjadi tidak tertarik membeli produk atau jasamu setelah melihat desain banner yang memiliki banyak kekurangan.
Jika kamu tidak ingin hal tersebut terjadi, maka sangat penting bagi para designer untuk memahami apa itu design operations.
Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai design operations mulai dari definisi, pentingnya bagi tim desain, hingga cara penerapannya dalam tim desain di perusahaan kamu. Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa itu Design Operations?
Design operations atau design ops adalah sebuah strategi bagaimana tim desainer dapat menjalankan proses desain secara efisien dan efektif.
Design operations mengatur segala hal yang berkaitan dengan alur kerja desain sehingga para desainer dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, lebih cepat, dan dengan hasil yang maksimal.
Pentingnya Design Operations
Pada proses product development, biasanya para desainer harus menyelesaikan tugas mereka terlebih dahulu supaya pihak developers dapat melanjutkan pekerjaannya. Hal tersebut akan memakan cukup banyak waktu dan memperpanjang masa penyelesaian suatu proyek.
Design ops memungkinkan tim desain dan tim developer untuk berkolaborasi dalam membangun desain yang berulang sehingga berhasil mencapai tujuan dari proyek mereka.
Selain itu, design operations juga membantu tim desain mengelola prosedur desain, menciptakan sistem feedback yang efektif, membangun koordinasi yang lebih baik di antara tim, mengelola alat bantu desain, dan meningkatkan budaya desain di dalam perusahaan.
4 Pilar dari Design Operations
Design operations memiliki empat pilar yang dapat menunjang kegiatan mendesain, yaitu design process, team coordination, design tool, dan juga design culture. Berikut ini penjelasan dari keempat pilar tersebut.
1. Design Process (Proses Desain)
Pada proses mendesain tentunya para designer akan menemukan beberapa masalah sehingga sangat penting bagi mereka untuk membuat alur kerja yang terstruktur. Berikut ini adalah beberapa hal yang biasanya tim desain lakukan:
Mengidentifikasi celah dan kelemahan dari proses yang ada.
Melakukan survei atau wawancara dengan tim atau klien untuk mencari tahu permasalahan serta solusinya.
Memaksimalkan alur kerja dengan berkolaborasi dan mengurangi pekerjaan yang berulang.
Menentukan metrik keberhasilan yang jelas dan pastikan desainer mengikuti metrik tersebut. Metrik dipilih sesuai dengan tujuan bisnis.
Meninjau hasil desain untuk menjamin kualitas desain yang terbaik.
Menerapkan etika rapat yang baik dan kurangi jumlah rapat tidak perlu sehingga rapat pun menjadi lebih produktif.
Menetapkan prosedur yang jelas untuk mempresentasikan hasil desain. Tentukan siapa yang perlu melihat hasil pekerjaan, dan kapan.
2. Team Coordination (Koordinasi Tim)
Selain itu, design ops juga memiliki peran pada aspek bisnis dari desain. Tim desain akan terlibat pada tiga hal berikut ini:
Anggaran biaya: Cari tahu berapa biaya untuk menjalankan sebuah tim desain. Hal ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan kejelasan mengenai anggaran biaya tersebut.
Rekrutmen: Tim desain juga bertanggung jawab atas berapa jumlah dan bagaimana kemampuan anggota tim yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek desain.
Kebebasan: Memberikan kebebasan kepada para desainer untuk fokus pada pekerjaan desain mereka sehingga menghasilkan kualitas yang baik.
3. Design Tools (Alat Bantu Desain)
Kamu juga perlu menentukan tools atau software apa saja yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan tim desain supaya lebih efisien. Misalnya, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Canva, Figma, dan masih banyak lagi. Pilihlah software sesuai dengan kebutuhan desainmu.
4. Design Culture (Budaya Desain)
Design culture merupakan salah satu elemen penting untuk kesejahteraan para designer di tim kamu. Dengan kata lain, membangun design culture sama saja dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Berikut ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika membangun design culture:
Training (Pelatihan): Cari tahu keterampilan apa yang kurang dari tim desain. Adakan pelatihan untuk membantu mereka mengembangkan kemampuannya.
Retention (Retensi): Lindungi designer kamu dari turnover dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan suportif bagi pekerjaan mereka.
Accountability (Akuntabilitas): Mereka bertanggung jawab untuk meminta pertanggungjawaban desainer atas pekerjaan yang mereka hasilkan.
Cara Menerapkan Design Operations pada Perusahaan
Setelah mengetahui definisi, pilar, dan pentingya design operations, kamu dapat menerapkan hal tersebut pada tim desain di perusahaanmu. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu terapkan:
1. Fokus Mengerjakan Satu Peran
Biasanya para designer tidak hanya membuat desain semata, tetapi mereka juga perlu melakukan berbagai tugas seperti mengadakan user research, mendesain information architecture, menyelesaikan user interface, dan hingga menulis copy untuk user experience.
Jika desainer bekerja di tim atau startup berskala kecil, tentunya hal tersebut akan membebani mereka. Hal tersebut juga akan mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka.
Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk hanya memberikan satu peran saja sehingga kualitas kerja para desainer terjamin.
2. Memaksimalkan Design Process
Dengan design ops, kamu dapat mencari tahu dan memilah urgensi dari setiap pekerjaan, mana yang perlu dilakukan sekarang, mana yang bisa dilakukan nanti, dan pekerjaan apa yang tidak perlu dilakukan.
Hal ini akan menghemat waktu tim desain untuk fokus mengerjakan tugas yang penting. Selain itu, hal tersebut juga membantu perusahaan untuk tidak melakukan perekrutan yang tidak perlu.
3. Menyediakan Design Tools
Saat ini, para desainer tidak harus bekerja di kantor dan bisa bekerja di mana saja. Perusahaan perlu menyediakan desain tools dan softwares yang dapat menunjang pekerjaan tim desain dari jarak jauh sehingga seluruh anggota tim dapat berkolaborasi secara aktif dan efektif.
4. Menciptakan Komunikasi yang Transparan
Untuk menciptakan alur komunikasi yang transparan, kamu bisa mengadakan rapat harian atau mingguan. Pada kegiatan tersebut, para desainer dapat saling bertukar ide dan berbagi progress pekerjaan yang sedang mereka lakukan.
Kegiatan ini sangat berguna bagi kelancaran kerja karena dapat mendeteksi permasalahan dan mencari solusi bersama melalui sesi brainstorming dan diskusi.
Demikian penjelasan lengkap mengenai design operations yang tentunya dapat diterapkan pada tim desain di perusahaan kamu, sehingga proses desain pun akan lebih terarah dan efisien.
Namun, jika perusahaanmu memerlukan bantuan tim desainer yang profesional, VISUWISU siap membantu. Kami menawarkan layanan yang komprehensif, mulai dari perencanaan hingga proses produksi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.
Yuk, hubungi VISUWISU dan konsultasikan kebutuhan desainmu sekarang!

