Artikel ini membahas cara efektif untuk menghitung ROI design.
4 Cara Efektif untuk Menghitung ROI Design, Catat!
08 Mei 2025
Putri Azzhura Prameshti
bacaan 5 menit

Tahukah kamu bahwa kamu bisa mengukur keuntungan dari investasi desain pada bisnismu? Walaupun secara tidak langsung, desain yang efektif dapat memberikan keuntungan pada bisnis kamu. Dalam hal ini, kamu dapat menghitungnya dengan analisis ROI design.
Dengan menganalisis ROI design, kamu bisa mengukur seberapa besar nilai yang kamu dapatkan dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam desain. Untuk itu, simak artikel berikut ini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai cara menghitung ROI design!
Apa itu ROI Design?
Return on investment atau ROI merupakan salah satu cara pengukuran yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau keuntungan dari investasi yang dilakukan.
Dalam konteks desain, ROI dapat membantu kamu memahami dampak yang dihasilkan dari sebuah desain terhadap kinerja bisnis, termasuk peningkatan penjualan, brand awareness, kepuasan pelanggan, dan loyalitas.
Persentase ROI desain dapat dihitung dengan membandingkan keuntungan yang dihasilkan dari suatu desain dengan biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan desain tersebut kemudian dikalikan 100%.
Dengan pendekatan ini, bisnis dapat mengevaluasi efektivitas suatu investasi dalam desain dan menilai apakah hasil yang diperoleh menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.
Cara Mengukur ROI Design
Menghitung ROI pada desain tidak jauh berbeda dengan menghitung ROI pada bisnis secara umum. Berikut merupakan langkah langkah yang dapat dilakukan untuk mengitung ROI desain:
1. Mengukur Metrik dan KPI Desain
Hal pertama yang harus ditentukan untuk menghitung ROI desain adalah mengukur metrik dan KPI desain. Konteks metrik disini mencakup parameter yang diukur dari keberhasilan sebuah desain, sedangkan KPI (Key Performance Index) digunakan sebagai alat ukur kuantitatif yang menunjukan presentase keberhasilan sebuah metrik.
Jika kamu ingin melakukan penghitungan ROI untuk menganalisis jasa desain, kamu dapat menggunakan metrik KPI berikut:
- Kualitas: Aspek ini menilai kualitas keseluruhan pekerjaan desain yang dihasilkan, mencakup kreativitas, orisinalitas, dan konsistensi.
- Efisiensi: Efisiensi yang dimiliki oleh agensi untuk menghasilkan desain yang dibutuhkan.
- Komunikasi: Menunjukan seberapa baik agensi melakukan komunikasi terhadap kliennya.
- Keterampilan teknikal: Metrik ini mengukur keahlian dalam menggunakan alat dan teknologi yang diperlukan.
- Adaptabilitas: Mengukur kemampuan agensi untuk beradaptasi dengan perubahan dan menangani tantangan yang tidak terduga.
- Budget: Jika kamumemilih sebuah jasa desain, harga menjadi salah satu pertimbangan. Metrik ini digunakan untuk mengukur seberapa besar biaya yang kamu keluarkan untuk menggunakan sebuah jasa.
- Realibilitas: Metrik ini mengukur konsistensi dan keandalan kinerja atau hasil pekerjaan.
2. Membuat Scorehand Desain
Selanjutnya, untuk memudahkan proses penghitungan, kamu dapat mengkonversikan skor KPI yang kamu nilai dari masing masing metrik ke dalam skala 1-10, di imana skor 1 mengindikasikan kurangnya performa metrik dan skor 10 menyatakan efektivitas maksimum sebuah metrik.
Setelah itu, kamu dapat menetapkan bobot dari masing masing metrik sesuai keinginan dan kebutuhan bisnismu. Misalnya, kamu ingin mengutamakan metrik kualitas kamu bisa memberinya bobot yang lebih besar dibandingkan bobot metrik lainnya.
Pastikan jumlah bobot dari semua metrik jika ditambahkan menghasilkan angka 1, jadi setiap bobotnya pasti memiliki nilai dibawah angka 1.
Kemudian kalikan skor KPI dan bobotnya kemudian jumlahkan semua hasilnya. Untuk memudahkan penghitungan kamu dapat membuat tabel sebagai berikut:
| Metrik | KPI | Bobot | Total (KPI x Bobot) |
| Efisiensi | 5 | 0,15 | 0,75 |
| Komunikasi | 5 | 0,15 | 0,75 |
| Kualitas | 7 | 0,2 | 1,4 |
| Budget | 5 | 0,1 | 0,6 |
| Keterampilan Teknikal | 4 | 0,1 | 0,4 |
| Adaptabilitas | 5 | 0,15 | 0,75 |
| Reliabilitas | 3 | 0,15 | 0,45 |
| Total | 1 | 5,1 | |
3. Kalkulasi ROI Sebagai Persentase Biaya
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, selanjutnya kamu dapat menghitung persentase ROI jasa desain melalui langkah langkah sebagai berikut:
Langkah 1. Gandakan Biaya Jasa Desain untuk Mendapatkan Nilai Potensial Maksimal (MPV).
Untuk mendapatkan nilai potensial maksimal, kamu dapat kalikan dua jumlah dari biaya jasa desain, Misalnya, biaya jasa adalah Rp 350.000.
Biaya jasa X 2 = 700.000
Langkah 2. Bagi Nilai MPV dengan Jumlah Metrik.
Berikutnya, bagi nilai MVP yang telah dihitung dengan jumlah metrik yang digunakan.
700.000 / 7 Metrik = 100.000
Langkah 3. Kalikan Hasilnya dengan Jumlah Total Skor KPI Dikali Bobot
Selanjutnya, kalikan hasil tersebut dengan jumlah total skor KPI yang sudah dikali dengan bobot pada tabel.
100.000 X 5,1 = 510.000
Langkah 4. Kurangi Hasilnya dengan Biaya Jasa
Setelah dikalikan, kamu dapat mengurangkannya dengan biaya jasa yang kamu keluarkan untuk membuat desain.
510.000 - 350.000 = 160.000
Langkah 5. Bagi Hasil ini dengan Biaya Jasa
Langkah selanjutnya adalah membagi hasil perhitungan dengan biaya jasa desain.
160.000 / 350.000 = 0.46
Langkah 6. Kalikan Dengan 100 untuk Mendapatkan Skor Persentase ROI
Terakhir, kalikan hasil pembagiannya dengan 100% untuk mendapatkan skor presentasi ROI.
0.46 X 100% = 46%
Penghitungan ROI tersebut dihitung jika kamu tidak memiliki data total keuntungan dari investasi dengan menggunakan pendekatan KPI dari masing-masing metrik.
Namun, jika kamu memiliki data jumlah total keuntungan dari sebuah investasi dalam desain, maka penghitungan ROI akan lebih mudah karena kamu dapat langsung memasukannya ke dalam rumus berikut:
ROI = (Total keuntungan investasi - Biaya investasi / Biaya investasi) x 100%
4. Menginterpretasikan Efektivitas Biaya Desain
Penghitungan ROI design pada setiap bisnis tentunya berbeda beda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.
Berikut merupakan range persentase untuk menginterpretasikan hasil perhitungan ROI:
ROI Negatif: Menunjukkan biaya desain yang lebih besar dibanding keuntungannya. Artinya, kamu mengalamikerugian dalam investasi.
ROI 0-50%: Menunjukkan nilai impas, meskipun tidak rugi, namun masih perlu perbaikan.
ROI 50-90%: Menunjukkan nilai keuntungan yang didapat jauh lebih tinggi dibandingkan biaya investasi.
ROI 90-100%: Nilai keuntungan yang didapatkan hampir dua kali lipat atau lebih dari biaya investasinya.
Dengan mengukur ROI, kamu dapat menentukan apakah layanan jasa desain yang kamu pilih memberi hasil yang diharapkan.
Interpretasi ROI ini, dapat membantu kamu memilih mitra desain yang paling efektif dan menguntungkan.Tujuan akhirnya untuk memastikan setiap investasi desain tidak hanya untuk estetika, namun juga memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan keberhasilan bisnis.
Bagaimana Kemitraan Desain Dapat Menambah Value Brand-mu?
ROI desain dapat memudahkan kamu dalam memilih jasa desain kreatif yang tepat untuk bisnismu. Menggunakan mitra desain menawarkan berbagai keuntungan signifikan untuk bisnismu.
Dengan paket berlangganan yang dapat disesuaikan, kamu hanya membayar untuk layanan yang diperlukan, menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk gaji dan manajemen tim in-house.
VISUWISU merupakan salah satu mitra yang dapat kamu andalkan untuk memastikan kualitas desain yang konsisten dan profesional. VISUWISU juga telah terbukti mampu mengoptimalkan anggaran dengan paket berlangganan yang fleksibel dan menghemat hingga 50% dari biaya desain grafis dan aset visual in-house.
Buat keputusan yang lebih cerdas dan tingkatkan keuntungan dari desain bisnismu. Hubungi VISUWISU sekarang!
