Artikel ini membahas definisi animasi iklan produk, jenis, dan cara membuatnya.
Animasi Iklan Produk: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya
07 Mei 2025
Nur Fadilah Kurnia
bacaan 6 menit

Di era digital yang serba cepat ini, membuat konten yang dapat menarik perhatian konsumen adalah kunci utama kesuksesan bisnis. Namun, kamu harus menyusun strategi secara matang untuk dapat membuat konten yang menarik dalam waktu singkat. Di tengah persaingan pembuatan iklan tersebut, animasi iklan produk tampil sebagai solusi untuk menarik perhatian target audiens dengan cara yang unik.
Pada artikel ini, kamu akan mempelajari definisi, jenis, serta bagaimana cara membuat iklan animasi yang ciamik. Pelajari penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa itu Animasi Iklan Produk?
Iklan animasi produk adalah format video pendek (30 detik atau lebih) yang digunakan oleh sebuah brand untuk menyampaikan informasi produk secara unik, padat, dan mudah dipahami. Iklan ini biasanya menggunakan cerita dan karakter tertentu untuk menarik perhatian audiens. Penggunaan cerita dan karakter tertentu dalam iklan animasi produk juga membantu brand membangun koneksi emosional dengan audiens dan membuat iklan lebih mudah diingat.
Jenis-Jenis Iklan Animasi
Sebelum membahas tentang cara membuat animasi iklan produk, kamu perlu mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kamu dapat mengetahui jenis iklan animasi mana yang ingin kamu buat dan tentunya bisa disesuaikan dengan tujuan kampanye.
Di bawah ini adalah 4 jenis-jenis iklan animasi yang perlu kamu ketahui.
1. Iklan Animasi 3D
Iklan animasi 3D menghadirkan cara baru untuk mempromosikan produk dengan visual yang memukau dan mengajak audiens ke dimensi yang lebih hidup dan menarik. Contohnya, dalam iklan Nike Air Max's Day, efek 3D membuat sepatu seolah-olah keluar dari layar dan menarik perhatian orang-orang di jalanan.
Keunggulan iklan animasi 3D tak hanya terletak pada visualnya yang menarik, tapi juga kemampuannya menjangkau audiens yang luas. Untuk menayangkan iklan animasi 3D, beberapa brand juga menggunakan media videotron di gedung-gedung besar agar menarik perhatian banyak orang.
2. Vector Animation
Animasi vektor, atau animasi komputer, menawarkan gaya yang lebih serius dan dinamis untuk video iklan. Industri keuangan, IT, dan berbagai bidang lainnya biasanya memanfaatkan animasi vektor untuk mempromosikan produk mereka dengan cara yang menarik namun tetap profesional.
Kelebihan dari animasi vektor terletak pada fleksibilitasnya. Grafis dan animasi yang dibuat dapat digunakan sebagai ikon atau karakter di situs web dan aplikasi perusahaan, seperti yang dilakukan Gojek dengan ikonnya yang khas dan mudah dikenali.
3. Whiteboard Animation
Whiteboard animation adalah jenis animasi yang dibuat dengan meniru gaya gambar tangan di papan tulis. Gaya penyampaian yang unik ini membuat whiteboard animation menjadi pilihan tepat untuk menjelaskan topik kompleks dengan cara yang tidak membosankan. Contohnya, video tutorial penggunaan produk atau presentasi prototype akan lebih mudah dipahami dengan whiteboard animation.
4. Kinetic Typography
Iklan kinetic typography menyajikan perpaduan menarik antara teks dan animasi. Dengan teknik ini, teks di layar dapat bergerak dan berubah-ubah mengikuti irama musik sehingga menciptakan visual yang dinamis dan memukau. Contohnya, iklan peluncuran iPhone 7 "Don't Blink" yang menggunakan animasi teks dan efek visual untuk menyoroti fitur utama produk.
Cara Membuat Iklan Animasi
Setelah kamu memahami definisi dan tujuan dari animasi iklan produk, sekarang kamu berada ditahap selanjutnya, yaitu pembahasan mengenai cara membuat iklan animasi. Namun, sebelum itu, perlu diingat bahwa cara di bawah ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan alur kerja tim kamu.
Ini dia 9 cara membuat ikaln animasi yang bisa menjadi panduan desainmu.
1. Lakukan Riset
Melakukan riset sebelum memulai proyek iklan animasi, sama pentingnya dengan proses pembuatan video itu sendiri. Riset yang matang akan membantu kamu dalam:
Menganalisis produk atau jasa: Pahami dengan baik produk atau jasa yang akan ditawarkan, termasuk keunggulan dan kekurangannya.
Menyesuaikan pesan dengan pasar: Pastikan pesan iklan kamu sesuai dengan kebutuhan dan minat target audiens.
Menyusun strategi yang tepat: Buatlah rencana yang matang untuk proses pembuatan dan peluncuran iklan.
2. Ketahui Target Audiens
Setelah menyelesaikan riset dan memiliki konsep awal, langkah selanjutnya adalah menentukan target audiens. Hal ini sangat penting untuk memastikan iklan kamu tepat sasaran dan mencapai tujuan marketing yang diinginkan.
Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu coba untuk mengenal target audiens:
Identifikasi Demografi: Usia, jenis kelamin, lokasi, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.
Minat dan Hobi: Apa yang mereka sukai dan lakukan di waktu luang?
Kebiasaan Menonton: Platform video apa yang mereka gunakan? Jenis video apa yang mereka sukai?
Nilai dan Keyakinan: Apa yang mereka anggap penting? Gaya hidup seperti apa yang mereka jalani?
3. Tentukan Tujuan Kampanye
Sebelum memulai proyek iklan animasi, penting untuk menentukan tujuan kampanye kamu. Apa yang ingin kamu capai dengan iklan ini? Apakah kamu ingin meningkatkan brand awareness, meningkatkan penjualan produk atau layanan, memperkenalkan produk baru ke pasar, atau mempromosikan penawaran khusus? Dengan menentukan tujuan kampanye, kamu dapat membuat iklan animasi yang efektif dan mencapai hasil yang diinginkan.
4. Tulis Naskah Video
Saat membuat iklan animasi, penting untuk mempertimbangkan apakah kamu ingin menggunakan narasi atau tidak. Keuntungan membuat narasi adalah dapat menjelaskan pesan yang kompleks dan membangun koneksi emosional. Agar semakin menarik, buatlah narasi yang jelas, padat, dan sesuai dengan tone atau identitas brand-mu.
5. Pilih Gaya Animasi
Memilih gaya animasi yang tepat untuk iklan adalah langkah penting untuk memastikan iklan tersebut selaras dengan merek dan pesan yang ingin kamu sampaikan. Ada berbagai macam gaya animasi yang tersedia, seperti animasi 2D, 3D, stop motion, dan animasi berbasis vektor. Tentunya, masing-masing gaya memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri.
Untuk menentukan gaya animasi, kamu dapat mempertimbangkan beberapa hal seperti identitas merek, pesan, target audiens, dan juga anggaran dana perusahaan.
6. Buat Video Iklan Animasi
Pada tahap ini, kamu dapat menciptakan karakter yang mengesankan dan sesuai dengan target audiens. Selanjutnya, tambahkan juga efek animasi dan motion graphics yang dinamis untuk menghidupkan cerita. Namun ingat, kamu tetap harus fokus menyampaikan pesan inti secara singkat dan padat. Idealnya, video animasi iklan produk berdurasi 30 detik hingga 2 menit, namun tetap dapat menyesuaikan platform yang kamu gunakan.
7. Tambahkan Voice Over
Tahap selanjutnya dalam pembuatan video iklan animasi adalah menambahkan voice over, jika diperlukan. Pemilihan voice over artist yang tepat sangatlah penting untuk memastikan kecocokan dengan jenis produk atau layanan yang diiklankan.
8. Edit dan Revisi
Setelah video animasi iklan produk selesai dibuat, kamu perlu melakukan pengecekan untuk memastikan beberapa hal. Misalnya, lihatlah apakah ada yang perlu ditambahkan atau diperbaiki. Jangan ragu juga untuk berdiskusi dengan teman satu tim untuk mendapatkan masukan yang lebih detail. Lalu, kamu dapat melakukan revisi sampai hasil akhirnya dirasa sudah sesuai dengan tujuan kampanye.
Demikian penjelasan tentang animasi iklan produk yang bisa kamu gunakan sebagai pedoman untuk membuat materi branding-mu semakin unik. Namun, membuat animasi iklan produk memang bukan perkara mudah.
Diperlukan biaya, alat, waktu, dan sumber daya yang tidak sedikit untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan efektif. Untuk mengatasi hal tersebut, VISUWISU merupakan mitra terpercaya yang dapat membantu brand dan pebisnis dalam memproduksi animasi iklan produk.
VISUWISU juga menawarkan jasa pembuatan aset digital dan kebutuhan pemasaran yang komprehensif, termasuk animasi iklan produk. Hubungi VISUWISU sekarang dan diskusikan kebutuhan iklan animasi kamu dengan kami!
