Artikel ini membahas strategi pemasaran 360 marketing dan cara membangunnya.
360 Marketing: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membangunnya
07 Mei 2025
Khairunnisa Andari
bacaan 6 menit

Membangun hubungan yang erat dengan pelanggan bukanlah tugas yang mudah. Untuk mencapai hal ini, perusahaan perlu menggunakan berbagai strategi pemasaran yang efektif.
Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah dengan menerapkan marketing 360 (360 degrees marketing). 360 marketing adalah konsep yang melibatkan penggunaan berbagai media periklanan, mulai dari iklan luar ruang hingga digital, untuk mencapai audiens secara menyeluruh.
Dengan menggunakan strategi ini, perusahaan dapat menghubungkan seluruh kanal pemasaran yang ada. Hal ini cukup penting mengingat keputusan pembelian seringkali tidak terjadi ketika mereka hanya sekali melihat iklan.
Oleh karena itu, mengadopsi strategi ini membantu memperluas jangkauan promosi produk dan menarik minat konsumen dalam melakukan transaksi. Lalu, bagaimana cara melakukannya? Simak artikel berikut ini untuk penjelasan lengkapnya!
Apa itu 360 Marketing?
Marketing 360, atau dikenal juga sebagai 360 marketing campaign adalah strategi yang menggunakan beragam saluran pemasaran, termasuk fisik, digital, dan media sosial. Strategi ini melibatkan penyampaian suatu pesan pemasaran kepada konsumen melalui berbagai media, baik online maupun offline.
Pesan yang disampaikan dalam 360 marketing bersifat umum. Artinya, kamu perlu menghindari komunikasi pemasaran yang terlalu spesifik karena konsumen tentunya memiliki karakteristik yang beragam. Jika kamu berhasil membuat materi pesan yang baik dan sesuai dengan target pasar, kamu bisa mencapai ROI (Return on Investment) yang diinginkan.
Kapan Kamu Perlu Menggunakan 360 Marketing?
Marketing 360 adalah inisiatif besar yang memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga tidak selalu perlu digunakan dalam setiap situasi. Berikut situasi atau hal-hal yang bisa menggunakan cara ini.
1. Brand Positioning
Brand positioning adalah strategi untuk menempatkan brand dalam benak konsumen melalui berbagai aktivitas yang menciptakan interaksi antara konsumen dan brand. Berikut kriteria dalam melakukan brand positioning:
Relevan
Unik
Jelas
Diinginkan
Dapat diterapkan
Memiliki perbedaan yang jelas
Fitur yang mudah dikenali
Diverifikasi oleh pelanggan
2. Rebranding
Rebranding adalah brand yang ingin memperkenalkan citra baru kepada konsumen, terutama jika brand tersebut berada di posisi yang sama atau tidak memperbarui image dalam waktu yang lama dan berencana menargetkan pelanggan baru. Rebranding diperlukan untuk mengubah atau mengevaluasi image brand tersebut.
3. Pengenalan Produk atau Layanan Baru
Menggunakan 360 campaign marketing sangatlah tepat ketika memperkenalkan produk atau layanan baru karena dapat mengarahkan perhatian penuh konsumen pada produk atau layanan tersebut.
4. Campaign Priority
Terkadang, sebuah brand perlu menampilkan campaign untuk acara tertentu atau campaign musiman, seperti hari Natal atau tahun baru. Dalam situasi ini, campaign tersebut mendapatkan prioritas lebih tinggi dibandingkan campaign lain dan dapat diintegrasikan dengan pendekatan 360 marketing.
5. Menghidupkan Kembali Produk yang Kurang Sukses
Di beberapa kasus, terdapat produk yang mengalami performa buruk akibat strategi pemasaran yang tidak efektif. 360 marketing dapat membantu mengembalikan performa brand dan meningkatkan penjualan produk tersebut.
Apa Saja 360 Marketing Channels?
Untuk mencapai ROI yang telah ditetapkan perusahaan, kamu perlu memaksimalkan berbagai saluran pemasaran yang tersedia saat ini. Berikut adalah beberapa media atau platform yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan marketing campaign ini.
1. ATL (Above The Line)
ATL adalah saluran pemasaran yang tidak memiliki target konsumen khusus. ATL digunakan untuk menyampaikan pesan pemasaran kepada semua jenis konsumen tanpa memandang usia, gender, hobi, atau perilaku mereka. Oleh karena itu, ATL memiliki jangkauan pasar yang sangat luas, sehingga menjadi pilihan bagi brand baru yang ingin menjangkau konsumen sebanyak mungkin.
ATL juga sangat cocok digunakan untuk membangun brand awareness. Kamu juga bisa memanfaatkan ATL untuk memperluas segmentasi konsumen saat meluncurkan produk baru. Contoh saluran ATL meliputi iklan brosur, bulletin, radio, TV, koran, dan iklan luar ruangan, baik digital (DOOH) maupun iklan umum (OOH).
2. BTL (Below The Line)
Berbeda dengan ATL, BTL memiliki target konsumen yang lebih spesifik. BTL adalah saluran pemasaran yang fokus pada segmentasi konsumen tertentu.
Karena menargetkan konsumen tertentu, BTL sering dikenal sebagai strategi pemasaran langsung (direct marketing). BTL melibatkan pesan yang mudah diingat oleh konsumen dan lebih berfokus pada strategi hard selling daripada soft selling.
Strategi BTL biasanya lebih fokus pada peningkatan penjualan ketimbang membangun brand awareness. Hasil akhir yang bisa dicapai melalui BTL adalah peningkatan penjualan.
Contoh penerapan BTL dalam strategi pemasaran meliputi marketing event atau pameran produk secara langsung, serta penjualan besar-besaran.
3. TTL (Through The Line)
TTL (Through The Line) adalah salah satu pendekatan dalam strategi pemasaran yang menggabungkan elemen-elemen dari ATL dan BTL. Contoh penerapan strategi 360 marketing TTL adalah melalui digital marketing yang memanfaatkan iklan secara massal dan marketing campaign yang tersegmentasi.
3 Cara Membangun Strategi 360 Marketing.
Setelah memahami beragam informasi mengenai marketing 360, kamu juga perlu mengetahui cara membangun strateginya dengan baik. Berikut 3 cara membangun strategi marketing satu ini.
1. Komunikasi yang Konsisten Antarsaluran Pemasaran.
Marketing 360 adalah tentang menyampaikan pesan yang kohesif di berbagai titik kontak pelanggan. Meskipun terdengar mirip dengan pemasaran tradisional, marketing 360 membutuhkan penempatan pesan yang strategis dan disesuaikan untuk setiap saluran, namun tetap membawa satu pesan yang menyatu.
Cara ini bertujuan agar audiens menerima pesan yang konsisten, terlepas dari saluran mana mereka berinteraksi dengan brand milikmu. Pastikan pesan yang diberikan relevan dan menarik bagi audiens di setiap saluran, sehingga membuat brandmu lebih diingat oleh mereka.
2. Gunakan Data dalam Menyusun Campaign.
Data adalah kunci dalam merancang 360 marketing campaign. Tujuannya bukan untuk hadir di mana-mana, tetapi membuat kesan bahwa brand milikmu ada di mana-mana. Dengan menganalisis data, kamu dapat menentukan saluran mana yang paling efektif untuk menyampaikan pesan dan menargetkan audiens dengan tepat.
Misalnya, jika pelangganmu lebih banyak berinteraksi melalui media sosial tertentu atau platform video, fokuskan upayamu di saluran tersebut. Dengan begitu, kamu dapat mengalokasikan anggaran pemasaran yang lebih efisien dan mengukur keberhasilan campaign.
3. Rencanakan Timeline 360 Marketing Campaign-mu.
Sebelum meluncurkan campaign pemasaran 360, rencanakan timeline berikutnya. Setelah campaign awal berjalan, pikirkan bagaimana kamu akan menyesuaikan brand kamu saat semakin dikenal. Apakah tema campaign dapat diulang atau diperluas ke saluran baru?
Pastikan campaign-mu tidak hanya menjadi momen singkat yang cepat dilupakan. Rencanakan bagaimana campaign ini akan terhubung ke dalam strategi branding jangka panjangmu, sehingga dapat berkelanjutan dan konsisten. Dengan demikian, 360 marketing campaign akan tetap relevan dan efektif seiring berjalannya waktu.
Itulah penjelasan lengkap mengenai marketing 360 yang perlu kamu ketahui. Strategi marketing ini bisa kamu terapkan dalam rangkaian campaign brand atau produkmu agar mensukseskan proses campaign-mu.
Ketika melakukan marketing campaign, kamu membutuhkan konten yang tepat agar dapat bersaing dengan kompetitor. Pemahaman yang baik tentang konten untuk marketing terbilang penting untuk membedakan bisnismu di pasar online saat ini.
Untuk membantu meningkatkan branding dan pemasaran kreatifmu, VISUWISU hadir dengan riset dan layanan pembuatan elemen visual yang unik dan menarik. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan VISUWISU sekarang untuk mengoptimalkan kebutuhan pemasaran perusahaan!
